Kompas.com - 08/10/2021, 19:30 WIB
sertifikat tanah Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewasertifikat tanah

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Kementerian ATR/BPN mendapat tugas baru terkait kasus pertanahan.

Tugas baru itu adalah bidang pencegahan untuk mengoptimalkan penanganan serta menekan jumlah kasus sengketa, konflik, dan perkara pertanahan di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wamen ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan, pencegahan merupakan tugas yang tidak mudah.

Sengketa dan konflik pertanahan yang terjadi saat ini karena berbagai masalah yang timbul dari kesalahan di masa lalu.

"Namun bagaimana, apa yang bisa kita pelajari dari masa lalu dan tidak kita lakukan lagi hari ini, supaya tidak muncul masalah di masa depan. Itu yang menjadi hakikat dari pencegahan," katanya dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, Jumat (08/10/2021).

Baca juga: Banyak PPAT Jadi Kaki Tangan Mafia Tanah, Modusnya Peminjaman Akun

Dirjen PSKP RB Agus Widjayanto menyampaikan, penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan harus beriringan dengan langkah pencegahan. Agar kasus pertanahan tidak bertambah atau bahkan alami penurunan.

"Paling tidak kami bisa menyelesaikan sampai sengketa, konflik, juga perkaranya menjadi menurun. Oleh karena itu, tugas kami ditambah penyelesaian dan pencegahan sengketa konflik pertanahan," jelasnya.

Prinsip-prinsip penanganan sengketa, konflik, dan perkara perlu dilakukan melalui tahapan penanganan yang jelas.

Penyelesaian kasus harus didasarkan pada fakta-fakta hukum yang sah dan dasar hukum yang kuat atau mengikat.

"Kalau penanganan sengketa harus ada payung regulasinya, pencegahan pun harus ada payung regulasinya. Oleh karena itu, kami menyusun Rapermen Pencegahan," ucap Agus.

Baca juga: Surat Terbuka Brigjen TNI di Antara Sengketa Tanah Warga dan Bantahan Ciputra

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.