Kompas.com - 06/10/2021, 19:30 WIB
Petugas gabungan mengatur lalu lintas kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas gabungan mengatur lalu lintas kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengusulkan proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) Bandung Raya dalam rangka memperbaiki kondisi lalu-lintas dan udara wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat Koswara mengatakan, penyusunan dokumen Early Business Case saat ini telah selesai dibuat. 

Penyusunan dokumen dibantu oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), World Bank, serta Global Infrastructure Programme.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat Koswara mengatakan hal ini dalam webinar, Better Business Case Virtual Award Ceremony, Rabu (6/10/2021).

"Pemprov Jawa Barat mengusulkan rencana proyek perkretaapian Bandung Raya atau disebut LRT Bandung Raya dibantu Bappenas dan World Bank bersama Global Infrastructure Programme dengan dokumen Early Business Case yang sudah disusun," jelas dia.

Selanjutnya, dokumen ini akan disempurnakan menjadi outline Business Case sebagai
bagian dari proses Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga: Mengintip Kesiapan Operasional LRT Jabodebek Pertengahan 2022

Kemudian, Kementerian PPN/Bappenas nantinya akan meninjau dokumen yang telah disempurnakan tersebut.

Nantinya, dokumen tersebut akan menjadi syarat Project Development Facilities (PDF) oleh Kementerian Keuangan.

Koswara menjelaskan, pembangunan transportasi massal perlu dilakukan mengingat Bandung menjadi kota terpadat ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya.

Di sisi lain, terjadi 12,3 juta perjalanan per hari di kota metropolitan Bandung Raya yang 88 persen di antaranya menggunakan kendaraan pribadi. 

Pada tahun 2032 mendatang, imbuh Koswara, peningkatan perjalanan diproyeksikan naik hingga 1,6 kali lipat.

Dengan adanya prediksi tersebut, kondisi lalu-lintas dan polusi udara di kota Bandung akan menjadi sangat buruk.

"Jadi, pembangunan angkutan masal ini menjadi pilihan terbaik untuk memperbaiki kondisi lalu-lintas dan udara. Jadi, bukan hanya lalu lintas, tapi juga udaranya Bandung Raya ini," tandas Koswara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Jembatan Gantung Girpasang, Warga Kini Tak Perlu Naik-Turun Jurang

Ada Jembatan Gantung Girpasang, Warga Kini Tak Perlu Naik-Turun Jurang

Berita
Swasta Bakal Masuk, Pemerintah Diminta Segera Buat 'Urban Design Guidelines' IKN Nusantara

Swasta Bakal Masuk, Pemerintah Diminta Segera Buat "Urban Design Guidelines" IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Mengapa Atap Rumah Berbentuk Segitiga? Ini Jawabannya

Mengapa Atap Rumah Berbentuk Segitiga? Ini Jawabannya

Arsitektur
Ketahui Ragam Tipe Apartemen, Anda Pilih Mana?

Ketahui Ragam Tipe Apartemen, Anda Pilih Mana?

Apartemen
Ruas Kapal Betung, Akses Terpenting Tol Trans-Sumatera Tuntas Dua Tahun Lagi

Ruas Kapal Betung, Akses Terpenting Tol Trans-Sumatera Tuntas Dua Tahun Lagi

Berita
Agar Tidak Lekas Lapuk, Bersihkan Lantai Kayu dengan Cara Ini

Agar Tidak Lekas Lapuk, Bersihkan Lantai Kayu dengan Cara Ini

Tips
Konsep Hunian Seperti Apa yang Cocok Dibangun di IKN Nusantara?

Konsep Hunian Seperti Apa yang Cocok Dibangun di IKN Nusantara?

Apartemen
Kisah Pilu Susan dan Puji, Pembeli Apartemen Antasari 45 yang Mangkrak 8 Tahun

Kisah Pilu Susan dan Puji, Pembeli Apartemen Antasari 45 yang Mangkrak 8 Tahun

Apartemen
Kembangkan Jaringan Transportasi Umum, Pemprov DKI Sahkan Pedoman Wayfinding

Kembangkan Jaringan Transportasi Umum, Pemprov DKI Sahkan Pedoman Wayfinding

Berita
Pemerintah Jadikan Alam Sutera dan BSD City Rujukan Bangun IKN, Apa yang Dipelajari?

Pemerintah Jadikan Alam Sutera dan BSD City Rujukan Bangun IKN, Apa yang Dipelajari?

Kawasan Terpadu
Segudang Keuntungan Punya Sertifikat Tanah, Salah Satunya Akses Modal Usaha

Segudang Keuntungan Punya Sertifikat Tanah, Salah Satunya Akses Modal Usaha

Berita
Wajah Baru Pasar Legi Surakarta Berwarna Merah, Diresmikan Puan Maharani

Wajah Baru Pasar Legi Surakarta Berwarna Merah, Diresmikan Puan Maharani

Fasilitas
Sering Dianggap Sama, Carport dan Garasi Punya Perbedaan, Apa Saja?

Sering Dianggap Sama, Carport dan Garasi Punya Perbedaan, Apa Saja?

Beranda
Tol Binjai-Stabat Akan Diresmikan Presiden Jokowi Minggu Depan

Tol Binjai-Stabat Akan Diresmikan Presiden Jokowi Minggu Depan

Berita
Para Pemenang Lixil Architectural Design Competition 2021

Para Pemenang Lixil Architectural Design Competition 2021

Arsitektur
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.