Kompas.com - 04/10/2021, 11:30 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Mopah, Merauke, Papua, Minggu (3/10/2021).  Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Mopah, Merauke, Papua, Minggu (3/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Terminal Baru Bandar Udara (Bandara) Mopah seluas 7.200 meter persegi yang diresmikan memiliki kapasitas 638.000 penumpang per tahun.

"Ini (kapasitas) sangat besar sekali,” kata Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (4/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi mengungkapkan, keberadaan terminal baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang di Bandara Mopah.

Bandara yang berada di ujung timur Indonesia ini terus dikembangkan agar konektivitas di Merauke melalui jalur udara semakin baik.

Kapasitas terminal bandara pun akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang serta mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi pada masa mendatang.

Jokowi berpesan kepada Gubernur Papua terutama Bupati Merauke agar memanfaatkan bandara ini sebaik-baiknya.

Dengan begitu, dapat mendorong lahirnya sentra-sentra ekonomi baru di Kabupaten Merauke dan sekitarnya, serta meningkatkan daya saing daerah dalam ekspor dan investasi.

"Sehingga betul-betul bisa bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Merauke dan umumnya kemajuan Tanah Papua,” kata Jokowi.

Baca juga: Progres Pembangunan Bandara Siboru di Fakfak Capai 30 Persen

Sebagai negara kepulauan yang mempunyai rentang wilayah yang sangat luas, kata Jokowi, Indonesia membutuhkan infrastruktur.

Untuk itu, Pemerintah terus giat membangun berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia, termasuk perhubungan.

"Sejak tujuh tahun terakhir, kami terus membangun dan mengembangkan bandara, membangun pelabuhan untuk memperlancar konektivitas tol laut, serta membangun jalan di seluruh penjuru tanah air,” ungkapnya.

Kepala Negara juga menegaskan, pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar-pulau sekaligus mempersatukan Indonesia.

“Kita membutuhkan konektivitas agar bisa saling terhubung, yang mempersatukan kita sebagai satu bangsa, memudahkan mobilitas orang, barang, dan jasa, ekonomi, sehingga kita akan semakin efisien, yang bisa meningkatkan daya saing negara kita dalam persaingan global," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.