Kompas.com - 02/10/2021, 10:00 WIB
Nayapati Residence 'breathable frontage-house' hunian dua lantai berarsitektur modern tropis yang didesain secara inklusif bagi setiap anggota keluarga atau rumah.
Dok. Kota Baru ParahyanganNayapati Residence 'breathable frontage-house' hunian dua lantai berarsitektur modern tropis yang didesain secara inklusif bagi setiap anggota keluarga atau rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida meminta pemerintah untuk memperpanjang kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir tahun 2022.

"Kami telah meminta pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN DTP hingga akhir tahun 2022," kata Totok saat dihubungi Kompas.com, Jumat (01/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perpanjangan kebijakan PPN DTP ini sangat bermanfaat terutama untuk mendorong penjualan properti di Indonesia.

Totok menjelaskan hingga saat ini total stok kavling hunian komersil yang tersedia di berbagai wilayah di Indonesia adalah 17.420 kavling.

Baca juga: Pemerintah Lambat Urus Tanah, Milenial Hampir Mustahil Punya Rumah

Stok terbanyak berada di Jawa Barat 3.702 kavling, lalu Jawa Timur mencapai 2.883 kavling, Banten 2.586 kavling.

Selanjutnya Jawa Tengah 1.654 kavling dan Sumatera Selatan 1.261 kavling.

"Karena ini sifatnya rumah non-subsidi jadi tidak ada stok, atau dengan kata lain kami akan mulai bangun kalau ada yang pesan," tutur dia.

Totok juga meminta kebijakan insentif pemerintah tidak dikeluarkan pada saat injury time.

Dia mencontohkan kebijakan PPN DTP tahap awal yaitu periode Maret 2021 hingga Agustus 2021. Peraturan Menteri (Permen) terkait kebijakan tersebut justru keluar pada Agustus 2021.

"Jadi permennya itu keluar Agustus 2021 berarti efektif kita berjalan di September hingga Desember 2021," ucap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.