Kompas.com - 30/09/2021, 17:30 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia mengajak Korea Selatan berkolaborasi dalam membangun Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur.

Deputi Regional Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rudy Prawiradinata mengatakan Korea Selatan telah memiliki pengalaman dalam membangun kawasan ibu kota baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Rudy, negara tersebut pernah membangun Ibu Kota Baru bernama Sejong yang diresmikan pada 2 Juli 2012.

"Kami tentu berharap Korea Selatan dapat turut serta berkolaborasi dalam mengembangkan potensi IKN baru di Kalimantan Timur ini. Saya kira Korea sudah hafal betul terutama terkait pengalamannya dalam membangun Ibu Kota Sejong," kata Rudy dalam diskusi virtual bertajuk Indonesia-Korea Network Untuk Ibu Kota Negara, Urban Development & Housing, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Berkaca pada Sejong, Korea Dukung Pembangunan IKN sebagai Kota Pintar

Hingga saat ini pemerintah juga telah menyiapkan berbagai hal untuk mendukung peletakan batu pertama pembangunan IKN baru.

Beberapa yang telah disiapkan di antaranya masterplan IKN baru, land development, dan rencana tata ruang untuk wilayah IKN yang meliputi Kalimantan Timur dan sekitarnya.

Masterplan tersebut sudah disiapkan sejak tahun 2020. Demikian halnya dengan land development, rencana tata ruang dan sejumlah dokumen lainnya.

"Hal ini untuk memastikan agar nanti pada waktu ground breaking semuanya berjalan lancar," jelasnya.

Selain itu, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan dibangunnya IKN baru tidak hanya bertujuan untuk memindahkan ibu kota melainkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

Selama ini pusat pertumbuhan ekonomi hanya tersentralisasi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.