Kompas.com - 28/09/2021, 21:00 WIB
Pengunjung berjalan di dalam Pusat Perbelanjaan Istana Plaza Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021). Pemerintah Kota Bandung kembali membuka 23 Mal atau pusat perbelanjaan Kota Bandung dan izin Dine In untuk Kafe dan Resto dengan pemberlakuan bukti sertifikat vaksinasi COVID-19 bagi pengunjung serta penerapan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPengunjung berjalan di dalam Pusat Perbelanjaan Istana Plaza Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021). Pemerintah Kota Bandung kembali membuka 23 Mal atau pusat perbelanjaan Kota Bandung dan izin Dine In untuk Kafe dan Resto dengan pemberlakuan bukti sertifikat vaksinasi COVID-19 bagi pengunjung serta penerapan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, terjadi peningkatan mobilitas masyarakat terutama di sektor ritel dan rekreasi.

"Peningkatan mobilitas terjadi terutama di aktivitas ritel dan recreation parks," kata Luhut dalam konferensi persnya secara virtual, Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alhonzus Widjaja membenarkan.

Menurut dia, peningkatan di sektor ritel merupakan hal yang wajar seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Sewa Mal Kelas Menengah Tetap Stabil Selama Pandemi Covid-19

"Berbagai pelonggaran yang telah diberikan oleh pemerintah tentunya akan berdampak terhadap peningkatan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan dan tingkat penjualan sektor ritel," kata Alphonzus kepada Kompas.com, Selasa (28/9/2021).

Kendati demikian pemerintah tidak perlu khawatir karena peningkatan yang terjadi saat ini belum signifikan.

"Meskipun peningkatannya terjadi secara bertahap dan cenderung lambat seiring dengan pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah juga dilakukan secara bertahap dan terbatas," ujarnya.

Alphonzus menyebutkan, selama pelongaran terjadi peningkatan jumlah pengunjung sekitar 5 persen hingga 10 persen dibandingkan pada masa PPKM ketat.

"Sampai dengan akhir pekan kemarin terjadi peningkatan kunjungan sebesar 5 persen hingga 10 persen menjadi sekitar 35 persen hingga 40 persen jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya akibat diberlakukannya pelonggaran untuk usia kurang dari 12 tahun," tutur dia.

Namun begitu, berbagai pelonggaran lainnya memang sangat diperlukan untuk dapat menggerakkan perekonomian terutama memulihkan kondisi usaha mal.

"Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan bergerak naik sejak diberlakukannya pelonggaran tersebut meskipun cenderung bertahap dan lambat namun trennya meningkat," tuntas Alphonzus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.