Kompas.com - 27/09/2021, 19:30 WIB
Bidik layar situs Online Single Submission (OSS). Bidik layar situs Online Single Submission (OSS).Bidik layar situs Online Single Submission (OSS).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengeluhkan sulitnya mengurus izin melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Menurut dia, aplikasi tersebut bukan mempercepat pengurusan izin, melainkan malah membuat usaha jadi macet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi OSS itu sekarang jadi masalah yang serius bagi pengusaha terlebih bagi usaha kecil menengah yang ingin mengurus perizinan. Sistem aplikasi yang ada di OSS itu belum lengkap tersedia," kata Sutrisno dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Banyak Hotel di Jakarta Bangkrut, Mulai dari Kelas Budget hingga Bintang Lima

Sutrisno mencontohkan izin pengambilan atau penggalian air tanah yang belum tersedia dalam fitur dan aplikasi OSS.

Padahal, izin tersebut sudah dialihkan kewenangannya dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) daerah ke pusat.

Selain itu, Sutrisno juga mengomentari rencana diintegrasikannya sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) dengan sistem OSS oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"CHSE itu kalau diwajibkan kemudian diakitkan dengan OSS itu nanti kami akan kesulitan dari sisi perizinan. OSS itu kan sistemnya upload dokumen, lalu kalau ada dokumen yang tidak lengka, nah itu yang akan memberikan dampak luar biasa," tutur Sutrisno.

Meski demikian, Sutrisno memastikan PHRI Jakarta menolak penerapan sertifikasi CHSE untuk hotel dan restoran di masa sulit seperti saat ini.

Baca juga: Hotel Hybrid, Konsep Baru Bagi yang Ingin Bekerja Sambil Berlibur

Pengurusan sertifiaksi CHSE akan menjadi beban biaya tambahan yang harus ditanggung oleh perlaku usaha.

Di samping itu, kondisi hotel dan restoran di tanah air sedang terpuruk. Hal itu dikarenakan merosotnya tingkat okupansi industri sektor tersebut selama pandemi Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.