Kompas.com - 24/09/2021, 21:38 WIB
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) saat menerima sertifikasi aset daerah dari BPN Lamongan, Jumat (24/9/2021). Dok. Pemkab LamonganBupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) saat menerima sertifikasi aset daerah dari BPN Lamongan, Jumat (24/9/2021).

LAMONGAN, KOMPAS.com - Bertepatan dengan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2021, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamongan menyerahkan 10 sertifikat aset pemerintah daerah kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, sertifikasi aset daerah merupakan salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini sekaligus sebagai upaya legalisasi aset daerah yang termasuk dalam prioritas pemerintah daerah.

"Legalisasi aset daerah juga merupakan prioritas pemerintah daerah, karena manajemen aset daerah masuk dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) delapan area intervensi dalam pencegahan korupsi terintegrasi," ujar Yuhronur dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah (Program Legalisasi Aset) Pemda, TNI, Polri dan wakaf bertempat di Pendopo Lokatantra, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Akhir Tahun, Pemerintah Bagi-bagi Tiga Juta Sertifikat Tanah

Selain upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi, sertifikasi aset juga dapat mengungkit perekonomian masyarakat.

Karena dengan kepemilikan legalitas atas asetnya, masyarakat akan memiliki banyak manfaat dan nilai lebih atas aset tersebut.

Dalam kesempatan ini, Yuhronus juga mengapresiasi upaya BPN Lamongan dalam mempermudah investasi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi terutama di tengah pandemi.

Kepala BPN Lamongan Eko Jauhari mengungkapkan, pihaknya berjanji akan terus bekerja lebih profesional, sehingga ke depan dapat melayani masyarakat Lamongan dengan lebih baik lagi.

"BPN terus mengupayakan kinerja yang lebih profesional dan modern. Masyarakat tidak perlu sungkan untuk datang, hanya untuk mencari informasi seputar syarat-syarat sertifikat tanah," kata Eko.

Meski BPN Lamongan dinilai sukses dan menerima penghargaan sebagai peringkat pertama atas keberhasilan 100 persen kinerja Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Provinsi Jawa Timur, pihaknya akan terus meningkatkan prestasi khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang di Kabupaten Lamongan.

Selain sertifikat aset milik pemerintah daerah, BPN Lamongan juga menyerahkan sembilan sertifikat aset milik TNI, dua sertifikat aset milik Polri, serta lima sertifikat aset wakaf kepada Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.