Kompas.com - 23/09/2021, 19:30 WIB
Kendaraan ODOL melinats di jalan Tol Cikampek-Palimanan Djoko SetijowarnoKendaraan ODOL melinats di jalan Tol Cikampek-Palimanan

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan berbagai upaya dalam mencapai target Indonesia bebas kendaraan bermuatan lebih dan berdimensi lebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) pada tahun 2023. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu langkah yang saat dilakukan adalah mendorong perusahaan angkutan barang untuk dapat menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Barang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Salah satu masalah yang dihadapi oleh penyelenggara angkutan barang adalah kendaraan yang overdimensi dan overload atau ODOL. Saat ini kami sedang mendorong penerapan sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Barang,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Penerapan sistem tersebut menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan aspek keselamatan dari angkutan barang. 

Baca juga: Kendaraan ODOL Ancaman Terbesar Kualitas Jalan Tol Trans-Sumatera

"Jadi melalui sistem itu di mana setiap perusahaan angkutan wajib membuat, melaksanakan dan menyempurnakan sistem manajemen keselamatan," ujar Budi. 

Hingga saat ini angkutan barang melalui jalur darat masih mendominasi dalam sistem logistik, dengan porsi peran mencapai 90 persen dari total moda transportasi yang lain.

Dibutuhkan kebijakan yang tepat guna mewujudkan penyelenggaraan angkutan barang di jalan yang aman, selamat, lancar, dan tertib.

Sejumlah kebijakan telah diberlakukan misalnya dengan penegakan hukum seperti transfer muatan, tilang elektronik, normalisasi kendaraan dan penindakan penyidikan, dalam rangka mencapai target program zero ODOL pada tahun 2023.

Penyelesaian masalah ODOL bertujuan antara lain untuk menurunkan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan barang, mempertahankan umur jalan dan menghindari kerusakan dini jalan, serta menciptakan biaya operasional yang lebih rendah.

Hingga saat ini, Kemenhub juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan program dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut di antaranya pengembangan aplikasi E-manifest yang dapat mengetahi pola pergerakan angkutan barang berbasis aplikasi.

Baca juga: Sistem Transaksi Tol MLFF Bakal Terkoneksi dengan Teknologi Pengukur ODOL

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.