Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/09/2021, 22:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah selesai.

Pembangunan terowongan ini ditujukan sebagai fasilitas parkir terpusat bagi jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Dalam proses konstruksinya, Kementerian PUPR telah mengkaji aspek keamanan bagi pengguna sekaligus bangunan dua tempat ibadah itu.

Hal ini mengingat Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral merupakan bangunan bersejarah Indonesia yang masuk dalam kategori cagar budaya.

Baca juga: Wapres: Terowongan Silaturahmi Inspirasi Kerukunan Umat Beragama

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghubung antara dua rumah ibadah ini secara teknis bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan, tetapi karena faktor keamanan dan keselamatan, desain yang dipilih adalah terowongan bawah tanah.

"Ada tiga alternatif sebetulnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih terowongan yang lebih aman," katanya.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menambahkan, selain faktor keamanan pengguna, Terowongan Silaturahmi juga dibangun dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan.

"Bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua dan merupakan cagar budaya, begitu juga dengan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya. Sehingga kita harus bangun suatu konstruksi yang benar-benar aman," terangnya.

Seperti diketahui, Masjid Istiqlal dibangun berdasarkan ide Presiden Soekarno dan dilakukan pemancangan tiang pertama pada 1961.

Baca juga: Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Punya Lahan Parkir Bersama

Namun, setelah melalui sejumlah permasalahan, Masjid Istiqlal akhirnya selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+