Kompas.com - 16/09/2021, 15:55 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Provinsi Jawa Timur, www.akr.co.idKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Provinsi Jawa Timur,

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama Semester pertama tahun 2021, keberadaan KEK telah memfasilitasi kegiatan ekspor Indonesia sebesar Rp 3,66 triliiun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato dalam acara Kompas Talk dengan tema “Peran & Tantangan KEK Mendorong Ekspor,” Kamis, (16/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menuturkan, melalui kegiatan ekspor ini terdapat 166 pelaku usaha yang telah berinvestasi di KEK dan berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 26.746 orang.

Sadar akan potensi ekspor ini, pemerintah menetapkan 19 KEK yang terdiri dari 11 KEK industri serta 8 KEK parawista. Di antara 19 KEK ini, 12 di antaranya telah beroperasi dan 7 lainnya siap untuk dioperasikan.

Baca juga: Rencana Induk KEK Tanjung Kelayang Ditunda Akibat Refocusing Anggaran

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan di Sekrtariat KEK, realisasi investasi dan pembangunan kawasan di 19 KEK telah mencapai Rp 19,52 triliun dengan investasi usaha senilai Rp 32,76 triliun,” ujar Airlangga.

Sebagai upaya untuk mendukung KEK, pemerintah telah melakukan sejumlah transformasi kebijakan melalui Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang UU Cipta kerja.

Airlangga menjelaskan, beberapa poin perubahan penyelenggaraan KEK yakni aspek persyaratan dan prosedur pengusulan KEK baru, peningkatan kapasitas kelembagaan di KEK serta pemberian relaksasi fiskal dan pemberian kemudahan lainnya.

“Dengan terbitnya regulasi ini diharapkan performance KEK akan meningkat secara signifikan baik dari segi peningkatan investasi maupun peningkatan serapan tenaga kerja," jelas Airlangga. 

Bila ini terjadi, KEK bisa menjadi lokomotif pertumbuhan pasca krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19. 

Airlangga menambahkan Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data neraca perdagangan luar negeri dengan angka surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS.

Nilai ekspor tumbuh 64,1 persen Year on Year (YoY) disertai dengan pertumbuhan impor sebesar 55,26 persen YoY untuk barang modal dan bahan baku.

Capaian ini adalah surplus 16 bulan berturut-turut dan memecahkan rekor tertinggi sejak Desember 2006.

"Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan dari Januari hingga Agustus 2021 telah mencapai 19,17 miliar dolar AS,” tandas politisi Partai Golkar tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.