Punya Utang Segunung, China Evergrande Disatroni Puluhan Investor

Kompas.com - 14/09/2021, 21:30 WIB
Puluhan investor beserta kontraktor nampak mendatangi kantor China Evergrande Group pada Selasa (14/09/2021) waktu setempat AFPPuluhan investor beserta kontraktor nampak mendatangi kantor China Evergrande Group pada Selasa (14/09/2021) waktu setempat

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan investor melakukan protes dan mendatangi kantor pusat raksasa properti China Evergrande Group, di Shenzhen, China, Selasa (14/9/2021).

Seperti dilaporkan The Straits Times, Mereka cemas usai perusahaan pengembang yang sedang terlilit hutang itu menyatakan sedang berada di bawah tekanan luar biasa dan mungkin tidak dapat memenuhi pembayaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

China Evergrande Group memiliki utang sebanyak 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.276 triliun. Setelah bertahun-tahun meminjam untuk menandanai pertumbuhan cepat.

Kini pengembang tersebut diturunkan peringkatnya oleh dua lembaga pemeringkat kredit minggu lalu, sementara sahamnya jatuh di bawah harga listing 2009.

Baca juga: Ini Daftar 10 Raja Properti Dunia, China Mendominasi

Diperkirakan 60 hingga 70 orang berkumpul di luar kantor China Evergrande Group. Mereka berdesak-desakan dengan polisi dan menuntut jawaban perusahaan.

"Bos kami berutang lebih dari 20 juta yuan (sekitar Rp 44 miliar), dan banyak orang di sini berutang lebih banyak lagi," kata seorang pria yang hanya memberikan nama keluarganya Chen kepada AFP.

Mereka mengaku cemas seiring tidak mendapat penjelasan dari China Evergrande Group. Padahal pengembang properti itu seharusnya membayar utang yang sudah jatuh tempo.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran penularan di seluruh sektor properti China yang telah menyumbang lebih dari seperempat ekonomi terbesar kedua di dunia.

Hal ini bakal menjadi pukulan bagi bank dan investor.

Namun, pada Senin (13/09/2021), China Evergrande Group masih bersikeras akan menghindari kebangkrutan. Tetapi pada hari Selasa, mereka mengeluarkan pernyataan lain ke bursa saham Hong Kong.

Yakni telah menyewa penasihat keuangan untuk mengeksplorasi semua solusi yang layak untuk meredakan krisis uangnya.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa pengembang akan memenuhi kewajiban keuangannya.

Adapun saham China Evergrande Group turun lebih dari 11 persen pada Selasa dan telah terperosok hampir 80 persen sejak awal tahun.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.