Kompas.com - 14/09/2021, 11:00 WIB
Devil's Island merupakan salah satu bekas penjara paling menyeramkan di dunia. ShutterstockDevil's Island merupakan salah satu bekas penjara paling menyeramkan di dunia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Penjara paling menyeramkan dan memiliki kisah yang tidak manusiawi melekat pada Devil's Island di Kepulauan Salvation, Guyana, Perancis.

Meski saat ini telah menjadi obyek wisata, Devil's Island seakan masih menyuguhkan nuansa kelam atas peristiwa hitam yang dulu pernah terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjara koloni ini mulai beroperasi saat Pemerintahan Kaisar Napoleon III pada 1853. Lokasinya dipisahkan oleh perairan dengan gelombang ganas dan arus berbahaya.

Lingkungan alam membuat pulau-pulau itu menjadi tempat penjara yang ideal. Tumbuhan subur, pohon palem, dan hutan menutupi pulau-pulau dari luar kawasan.

Baca juga: Alcatraz, Penjara Paling Menyeramkan di Dunia yang Merenggut Banyak Nyawa

Karena pantai berbatu dan laut yang bergelombang membuat Devil's Island tidak dapat diakses dengan mudah.

Penjara ini dibangun untuk tahanan politik maupun militer Perancis. Namun, belakangan diperluas guna menampung narapidana pencuri hingga pembunuh yang kejam.

Tahanan politik yang terkenal yakni Kapten Alfred Dreyfus yang dituduh menjual rahasia Prancis ke Jerman, pernah mendekam di sini pada 1895.

Sementara, narapidana lain yang tak kalah beken adalah Henri Charriere yang berhasil kabur dan menulis buku berjudul "Papillon".

Kisah Henri kemudian diangkat ke layar lebar.

Sejatinya, penjarakoloni  ini menyandang nama Bagne de Cayenne, artinya penjara koloni Cayenne, sesuai nama ibu kota Guyana. Akan tetapi para tahanan memberi nama Devil's Island atau Pulau Setan.

Baca juga: Layanan di Tiga Penjara Ini Laiknya Penginapan Bintang Lima

Sebutan itu disematkan untuk mencerminkan situasi para tahanan saat berada di pulau ini. Mulai dari mengalami perlakuan mengerikan hingga penyakit.

Sekitar 80.000 penjahat terburuk Perancis sebagian besar tidak pernah kembali ke rumah.

Mereka tewas karena penyakit, kelaparan, kebutralan di dalam penjara, hingga dihukum untuk tinggal di pulau selamanya.

Para tahanan menjadi sasaran perlakuan yang ketat dan tidak manusiawi. Dikurung di sel gelap dan dilarang berbicara, membaca, atau bahkan duduk sepanjang hari.

Para penjaga membuat kehidupan narapidana menjadi sebuah mimpi buruk. Berbicara dengan seorang penjaga bisa berakhir dengan hukuman berat.

Baca juga: Unik, Rumah Ini Dijual Lengkap dengan Jeruji Bekas Penjara

Singkat cerita, ketika rincian kondisi penjara yang tidak manusiawi terungkap, kemarahan publik menyebabkan berakhirnya sistem tersebut pada tahun 1938.

Tetapi, penjara koloni ini masih beroperasi sampai setelah Perang Dunia II dan akhirnya tutup pada tahun 1946.

Saat ini, tur ke pulau-pulau tersedia dengan perahu meskipun Devil's Island tetap tertutup untuk umum. Bangunan penjara di pulau-pulau lain telah diubah menjadi museum.

Sejak fasilitas pariwisata ini ditambahkan, kepulauan bekas penjara tersebut sekarang menerima lebih dari 50.000 wisatawan setiap tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.