Kompas.com - 09/09/2021, 09:00 WIB
Gapura  Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Padukuhan Sanggrahan menjadi salah satu wilayah yang terdampak tol Yogya-Bawen. Secara wilayah administrasi hampir 50 persen Padukuhan Sanggrahan hilang untuk jalan tol Yogya-Bawen. KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMAGapura  Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Padukuhan Sanggrahan menjadi salah satu wilayah yang terdampak tol Yogya-Bawen. Secara wilayah administrasi hampir 50 persen Padukuhan Sanggrahan hilang untuk jalan tol Yogya-Bawen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran sebesar Rp 365 milliar telah dikeluarkan untuk uang ganti rugi pembebasan lahan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 (Yogyakarta-Simpang Susun (SS) Banyurejo).

Warga yang lahannya terdampak proyek pun mendadak jadi miliarder usai mendapat kompensasi uang ganti rugi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski berat hati, mereka terpaksa merelakan lahan atau bidang tanah yang sebagian merupakan warisan leluhur.

Mereka mempergunakan uangnya untuk kebutuhan pokok pada umumnya. Selain itu, ada pula yang memanfaatkan untuk biaya pendidikan anak, membeli rumah, tanah, hingga mobil.

"Besaran uang ganti rugi yang diterima warga tergantung luasan lahan yang terkena trase jalan tol. Namun kalau dirata-rata warga mendapatkan sekitar Rp 1 miliar-Rp 3 miliar," kata PGS Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JBJ) Oemi Vierta Moerdika, kepada Kompas.com Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Pengadaan Lahan Tol Yogya-Bawen Seksi 1 Kurang Rp 1,1 Triliun Lagi

Dia menyampaikan, progres pembayaran uang ganti rugi sudah terserap senilai Rp 365 miliar di Desa Tirtoadi, Sleman. Hingga kini, lahan yang sudah dibebaskan baru seluas 8,6 hektar di Seksi 1.

Dalam penyalurannya, PT JBJ melakukan tiga kali tahapan pembayaran uang ganti rugi. Pertama, pada 30 Juni-1 Juli 2021 sebanyak 38 Bidang tanah dan 4 Bangunan dengan total biaya Rp 63 miliar.

Kedua pada 4-5 Agustus 2021 sebanyak 96 bidang dengan total Rp 102 miliar. Lalu penyaluran ketiga sebanyak 126 bidang telah diserahterimakan warga kepada pemerintah melalui mekanisme pembayaran langsung dengan nilai total sebesar Rp 164 miliar.

"Saat ini kami masih konsentrasi pada pembebasan lahan. Kemarin sudah digelar musyawarah warga Margomulyo, selanjutnya dijadwalkan musyawarah warga Margodadi. Semua tahapan terus kami laksanakan sampai semua lahan dibebaskan," terang Oemi.

Baca juga: Tak Ingin Memangkas Bukit, Basuki Perintahkan Bangun Terowongan Tol Yogyakarta-Bawen

Oemi menjelaskan, kebutuhan alokasi anggaran pembebasan lahan Seksi 1 sebesar Rp 1,5 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.