Kompas.com - 08/09/2021, 19:00 WIB
Soal rencana penerapan sistem pembayaran tol non-stop MLFF, ATI ingatkan beberapa hal ini JTDSoal rencana penerapan sistem pembayaran tol non-stop MLFF, ATI ingatkan beberapa hal ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengingatkan beberapa hal terkait rencana penerapan sistem pembayaran tol non-stop dan nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) dengan teknologi Global Navigation Satelite System (GNSS).

Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono mengatakan, rencana penerapan MLFF memang sudah tepat dan sesuai zaman modern. Maka dari itu, penyelenggara harus memastikan kematangan dan kualitasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak mungkin kita kembali ke zaman prasejarah melakukan transaksi tol dengan cash. Kita sudah melangkah maju kemarin dengan uang elektronik dan besok mengarah kepada berbasis tanpa henti dan nirsentuh," katanya dalam diskusi virtual tentang Reformasi Sistem Transaksi Tol, Rabu (08/09/2021).

Menurut Krist, rencana penerapan sistem pembayaran tol berbasis MLFF ini menyangkut kepentingan investasi industri jalan tol yang hingga saat ini menyentuh Rp 730 triliun. Bahkan diprediksi lebih berkembang menjadi Rp 1.000 triliun.

Baca juga: Penerapan Sistem Transaksi Tol Non-stop MLFF Mulai Uji Coba 2022

ATI ingin selalu berdiskusi untuk merencanakan inovasi digital ini dengan baik, cermat, dan matang.

Jika sebaliknya ada permasalahan, jangan sampai kembali ke masa lalu alias sistem pembayaran konvensional.

"Jadi keputusan kita saat ini adalah keputusan bersejarah yang menjadi titik balik ke arah modernisasi pengelolaan bisnis jalan tol yang baik," ujar Krist.

Selain itu, dia juga mengingatkan tentang aspek sistem dan teknikal. Harapannya, yang terpasang sebagai bagian pelayanan jalan tol Indonesia memiliki kehandalan. Meliputi reliability, availability, maintainability, serta safety.

"Termasuk aspek keamanan data atau security. Karena akan ada 7 juta pelanggan jalan tol datanya masuk. Be careful about security, jangan sampai seperti yang (terjadi) saat ini nomor induk kependudukan," tuturnya.

Krist menyampaikan, sistem dan prosedur teknikal harus sudah teruji untuk memastikan collectability 100 persen.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.