Kompas.com - 07/09/2021, 16:30 WIB
Gapura  Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Padukuhan Sanggrahan menjadi salah satu wilayah yang terdampak tol Yogya-Bawen. Secara wilayah administrasi hampir 50 persen Padukuhan Sanggrahan hilang untuk jalan tol Yogya-Bawen. KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMAGapura  Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Padukuhan Sanggrahan menjadi salah satu wilayah yang terdampak tol Yogya-Bawen. Secara wilayah administrasi hampir 50 persen Padukuhan Sanggrahan hilang untuk jalan tol Yogya-Bawen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Progres pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen masih pada tahapan pembebasan lahan.

PGS Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JBJ) Oemi Vierta Moerdika mengatakan, pelaksanaan pembangunan tol tersebut diawali dengan tahapan pembebasan lahan yang merupakan domain pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembebasan lahan juga baru dapat dilakukan setelah keluarnya izin penetapan lokasi (penlok). Setelah lahan bebas, mulai dilakukan pengerjaan konstruksi.

"Tentunya ini diawali dengan proses land clearing," kata Oemi kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Menurut dia, hingga saat ini lahan yang sudah dibebaskan adalah area Seksi 1, sementara Seksi 2-6 masih dalam proses penentuan lokasi (penlok) bersama Pemprov Jawa Tengah.

Baca juga: Pembangunan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Dimulai Agustus 2021

Pembebasan lahan pada Seksi 1 dilakukan setelah JBJ mengantongi izin penlok dari Pemprov DIY pada 21 Desember 2020 lalu.

"Progres tanah bebas 22,9 persen di Seksi 1. Seksi yang lain masih dalam proses (penlok) dengan Pemprov Jateng," terang Oemi.

Oemi menjelaskan, progres tersebut telah menyerap seluruh alokasi anggaran pembebasan lahan 2021 tahap 1 yang disediakan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp 365 Miliar.

JBJ melakukan pembayaran uang ganti kerugian (UGK) lahan kepada masyarakat sebanyak tiga kali di Desa Tirtoadi, Sleman, DIY.

Pembayaran pertama berlangsung pada 30 Juni-1 Juli 2021 sebanyak 38 bidang tanah dan 4 bangunan dengan total biaya Rp 63 miliar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.