Terkoneksi Bendungan Way Sekampung, Proyek SPAM Bandar Lampung Dikebut

Kompas.com - 06/09/2021, 15:02 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada saat melalukan peninjauan di SPAM Bandar Lampung. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada saat melalukan peninjauan di SPAM Bandar Lampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat proses pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung.

Hal ini karena SPAM akan terkoneksi dengan Bendungan Way Sekampung yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis (2/9/2021).

Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan SPAM Bandar Lampung akan menerima aliran air dari Bendungan Way Sekampung. Kemudian, menjernihkannya sebagai air minum bagi masyarakat Kota Bandar Lampung.

"Semoga SPAM ini bisa cepat selesai sesuai target, atau bahkan bisa lebih cepat lagi,” kata Basuki, dikutip dari situs Kementerian PUPR, Senin (6/9/2021).

Proses pengerjaan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dimulai pada 28 November 2020 dengan target selesai 2022 mendatang.

Baca juga: Butuh Lima Tahun, Bendungan Way Sekampung Kini Siap Beroperasi

Direktur Air Minum Anang Muchlis menambahkan, pembangunan SPAM Bandar Lampung menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 1,3 trilliun.

Terdiri dari badan usaha Rp 485 miliar, Rp 258,8 miliar sebagai Viability Gap Fund (VGF), APBN Kementerian PUPR Rp 300 miliar, APBD Kota Bandar Lampung Rp 150 miliar, dan BUMD Rp 131 miliar.

"SPAM Bandar Lampung dimanfaatkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan SPAM yang mencakup intake air baku dengan kapasitas 825 liter per detik dari Sungai Way Sekampung dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas produksi 750 liter per detik," jelas Anang.

SPAM ini dilengkapi jalur pipa transmisi air baku diameter 1.000 milimeter sepanjang 500 meter, pipa Jaringan distribusi utama (JDU) KPBU diameter 1.000 milimeter sepanjang 22 kilometer.

Kemudian, reservoir dengan kapasitas 10.000 meter kubik, JDU diameter 1.000–400 milimeter dan lebar 12.951 meter, Jaringan Distribusi Bagi (JDB) sekunder diameter 300-150 milimeter dan lebar 58.114 meter, serta jaringan distribusi pelayanan dan sambungan rumah (SR).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.