Kompas.com - 29/08/2021, 20:34 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani kontrak baru Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Mbay di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). WaskitaPT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani kontrak baru Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Mbay di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA, KOMAPAS.com -  PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani kontrak baru Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Mbay di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Senior Vice President (SVP) Infrastructure I Division Waskita I Nyoman Agus Pastima mengatakan, pendanaan pembangunan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) murni tahun anggaran 2021-2025 dengan nilai Rp 700 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada enam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan Waskita yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pembuatan atau relokasi atau rehabilitasi jalan, bendungan utama, pekerjaan bangunan fasilitas dan penunjang, penyelenggaraan sistem manajemen kesehatan, dan pekerjaan lain-lain.

Baca juga: Tujuh Bank Sepakat Restrukturisasi 75 Persen Total Utang Waskita Karya

“Waskita bersyukur kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengerjakan salah satu proyek strategis nasional yaitu Bendungan Mbay di NTT dengan waktu pelaksanaan 1.440 hari kalender,” ujae Nyoman dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Pembangunan dimulai dengan jalan eksisting sepanjang 1,1 kilometer, dilanjutkan dengan pembuatan jalan akses baru I sepanjang 6,3 kilometer dan jalan akses baru II sepanjang 1,8 kilometer.

"Kami juga akan merelokasi jalan nasional sepanjang 1,1 kilometer, berikutnya ada main cofferdam atau pembersihan dan pencabutan akar lalu ke maindam,” imbun Nyoman.

Pekerjaan maindam dibagi menjadi 3 zona kerja yakni sandaran kanan, sandaran kiri, dan river bed. Hal ini mengingat area river bed dapat dilaksanakan setelah pengelakan.

Untuk pekerjaan maindam zona sandaran kanan dan sandaran kiri mencakup pekerjaan timbunan random, concrete cap/capping dan grouting lalu ada pengelakan paket 2.

Setelah pengelakan, akan ada pekerjaan maindam zona river bed yaitu concrete cap/capping, grouting, instrument, timbunan contact clay, timbunan inti, timbunan filter halus, timbunan random, dan timbunan riprap.

“Saya berharap pembangunan ini akan berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu,” tuntas Nyoman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.