Kompas.com - 19/08/2021, 08:00 WIB
Rumah-rumah dan mobil-mobil di lembah Ahr, distrik Walporzheim, Jerman, hancur akibat banjir Eropa pada Sabtu (17/7/2021). Hujan deras selama berhari-hari di Eropa Barat membuat air sungai meluap ke jalan, dan arus derasnya menghanyutkan mobil, merusak bangunan, hingga membuat warga terjebak. DPA/THOMAS FREY via APRumah-rumah dan mobil-mobil di lembah Ahr, distrik Walporzheim, Jerman, hancur akibat banjir Eropa pada Sabtu (17/7/2021). Hujan deras selama berhari-hari di Eropa Barat membuat air sungai meluap ke jalan, dan arus derasnya menghanyutkan mobil, merusak bangunan, hingga membuat warga terjebak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman telah menyetujui anggaran sebesar 200 juta Euro atau setara dengan Rp 3,3 triliun untuk membangun kembali infrastruktur pasca banjir.

Kanselir Jerman, Angela Merkel bertemu dengan Kabinet di Berlin, Rabu (18/8/2021), untuk membahas mengenai paket bantuan darurat yang akan digunkan untuk membangun kembali wilayah Jerman yang dilanda banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banjir Jerman yang terjadi bulan lalu menewaskan sedikitnya 169 orang di Jerman. Banjir juga turut berdampak pada negara tetangga Belgia dan Belanda, di mana jumlah korban tewas meningkat menjadi lebih dari 200 orang.

Dikutip dari DW, setelah rapat kabinet, Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan bahwa pemerintah federal setuju untuk mengalokasikan 200 juta Euro (Rp3,3 triliun) bantuan darurat.

Baca juga: Banjir Landa Jepang Barat, Satu Orang Tewas

Nantinya akan ada tambahan 200 juta Euro lagi dari pemerintah negara bagian. Sehingga total bantuan dana sebesar 400 juta Euro (Rp 6,7 triliun).

Diperkirakan pemulihan infrastuktur jalan dan jaringan kereta api yang rusk mencapai setidaknya 2 miliar Euro (Rp 33,6 triliun). Karena itu, pemerintah bisa menambah alokasi dana di kemudian hari.

Selain bersumber dari anggaran pemerintah federal dan daerah, pemerintah Jerman juga mempertimbangkan untuk meminta bantuan dari Dana Solidaritas Uni Eropa.

Kantor Berita Jerman, DPA International mengatakan tidak semua orang berhak mengklaim bantuan rekonstruksi baik rumah tangga dan bisnis pribadi.

Bantuan baru akan diberikan apabila kerusakan tidak ditanggung oleh asuransi atau pihak ketiga lainnya.

Pemilik properti yang rumahnya rusak akibat banjir harus menerima penggantian dana sebesar 80 persen dari biaya yang diperlukan untuk renovasi bangunan. 

Asosiasi Asuransi Jerman mengatakan pada bahwa perusahaan asuransi harus membayar hingga 5 miliar Euro (Rp 84,2 triliun) untuk menanggulangi kerusakan karena banjir di Rhine-Westphalia Utara dan Rhineland-Palatinate.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.