Kompas.com - 12/08/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi desain homestay melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta). Dok. BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRIlustrasi desain homestay melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR tengah melanjutkan pembangunan di lima  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) unggulan prioritas.

KSPN ini telah ditetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 yakni Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Raja Ampat (Papua Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dukungan Kementerian PUPR ditunjukan dengan mendorong terlaksananya Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Mendukung Pariwisata atau dikenal juga dengan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan.

Pembangunan rumah wisata ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020, di mana untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni.

Baca juga: Dorong KSPN Danau Toba, 515 Rumah di Kabupaten Samosir Bakal Dibedah

Tak hanya itu, rumah ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk usaha homestay dan usaha lainnya, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Menteri PUP, Basuki Hadimuljono dalam situs resmi PUPR mengungkapkan bahwa pemerintah meyakini sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata.

“Terkait hal ini, Kementerian PUPR akan merenovasi rumah warga agar layak untuk dijadikan homestay di kawasan wisata. Ini penting agar masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi bisa menikmati kue pariwisata,” ujar Basuki.

Pada tahun 2021, program peningkatan kualitas rumah swadaya di KSPN Morotai, Tanjung Kelayang, Raja Ampat, Wakatobi, dan Bromo-Tengger-Semeru disalurkan sebanyak 900 unit dengan alokasi anggaran Rp 54,7 miliar.

Desain renovasi rumah warga menjadi Sarhunta dimodifikasi menjadi lebih modern namun tetap membawa kearifan lokal untuk menarik minat wisatawan untuk menginap.

Untuk Sarhunta di KSPN Morotai salah satunya dibangun di permukiman warga di Desa Galo Galo, Kecamatan Morotai Selatan.

Pembangunan Sarhunta KSPN Morotai sebanyak 170 unit dengan progres fisik hingga Juni 2021 mencapai 28,88 persen.

Selanjutnya KSPN Tanjung Kelayang sebanyak 90 unit dengan progres 35,50 persen, KSPN Raja Ampat sebanyak 90 unit progres 41,48 persen, KSPN Wakatobi 120 unit progres 26,63 persen, dan KSPN Bromo-Tengger-Semeru sebanyak 430 unit progres fisik 31,74 persen.

Lima KSPN unggulan ini merupakan bagian dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.