Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Bendungan Buatan China Ini Dianggap Merusak Kehidupan Etnis Minoritas Kamboja

Kompas.com - 10/08/2021, 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bendungan buatan pemerintah China dituding telah merusak kehidupan dan mata pencarian penduduk asli dan etnis minoritas di Kamboja.

Human Rights Watch (HRW) mengungkapkan hal itu dalam laporan “Underwater: Human Rights Impacts of a China Belt and Road Project in Cambodia”, Selasa (10/8/2021).

Dikutip dari situs resmi HRW, bendungan Lower Sesan 2 tersebut dibangun pada tahun 2018 dan merupakan salah satu bendungan terluas di Asia.

Dalam laporan setebal 137 halaman itu, HRW menulis adanya pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya akibat berpindahnya hampir 5.000 orang yang tinggal di area bendungan.

Baca juga: Merasa Ditipu, Media Group Laporkan China Sonangol ke Polda Metro Jaya

Padahal mereka telah tinggal di daerah tersebut secara turun-temurun. Adanya bendungan ini juga turut berdampak pada mata pencarian puluhan ribu orang lainnya di hulu dan hilir sungi.

Pihak berwenang Kamboja dan pejabat perusahaan dinilai telah mengabaikan masukan masyarakat yang terkena dampak sebelum proyek ini resmi dimulai.

Banyak warga yang dipaksa menerima kompensasi yang sebenarnya tidak sepadan dengan harta benda dan pendapatan yang hilang.

Setelah kehilangan rumah dan pelayanan yang buruk di lokasi pemukiman baru, masyarakat pun tidak diberikan pelatihan atau bantuan untuk mmendapatkan mata pencarian baru.

“Bendungan Lower Sesan 2 sudah menghilangkan mata pencaharian masyarakat adat dan etnis minoritas yang sebelumnya hidup secara komunal dan memiliki mata pencaharian seperti menangkap ikan, pengumpul hasil hutan, dan pertanian,” kata Direktur Advokasi HRW Asia, John Sifton. 

Baca juga: Pencakar Langit 70 Lantai Bergoyang, China Larang Proyek Gedung Tinggi

Masyarakat adat dan etnis minoritas lainnya yang terkena dampak proyek di Kamboja ini termasuk anggota komunitas Brao, Kuoy, Lao, Jarai, Kreung, Kavet, Tampuan, dan Kachok.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruang Tampungan Air Bendungan RI Kurang dari 50 Persen, Apa Solusinya?

Ruang Tampungan Air Bendungan RI Kurang dari 50 Persen, Apa Solusinya?

Berita
Jambi Jadi Provinsi Ketujuh yang Terbitkan Perda Tata Ruang

Jambi Jadi Provinsi Ketujuh yang Terbitkan Perda Tata Ruang

Berita
Waskita Pastikan Proyek Tol Kapal Betung dan Cimanggis-Cibitung Kelar 2023

Waskita Pastikan Proyek Tol Kapal Betung dan Cimanggis-Cibitung Kelar 2023

Berita
PTSL Diklaim Naikkan Nilai Ekonomi Rp 5.219 Triliun, dari Mana Sumbernya?

PTSL Diklaim Naikkan Nilai Ekonomi Rp 5.219 Triliun, dari Mana Sumbernya?

Berita
[POPULER PROPERTI] Tebar Promo Flash Sale KAI, Naik Kereta Eksekutif Cuma Rp 100.000

[POPULER PROPERTI] Tebar Promo Flash Sale KAI, Naik Kereta Eksekutif Cuma Rp 100.000

Berita
Kementerian ATR/BPN Gandeng Bank Mandiri, Luncurkan PNBP Elektronik

Kementerian ATR/BPN Gandeng Bank Mandiri, Luncurkan PNBP Elektronik

Berita
Harga Rumah Murah di Kabupaten Malang Rp 150 Jutaan, Cek di Sini (II)

Harga Rumah Murah di Kabupaten Malang Rp 150 Jutaan, Cek di Sini (II)

Perumahan
Harga Rumah Murah di Kabupaten Malang Rp 150 Jutaan, Cek di Sini (I)

Harga Rumah Murah di Kabupaten Malang Rp 150 Jutaan, Cek di Sini (I)

Perumahan
Masuki 'Low Season', Okupansi Kawasan The Nusa Dua Bali di Atas 55 Persen

Masuki "Low Season", Okupansi Kawasan The Nusa Dua Bali di Atas 55 Persen

Kawasan Terpadu
Pemerintah Ajak Daerah Aktif dalam Forum Air Dunia 2024

Pemerintah Ajak Daerah Aktif dalam Forum Air Dunia 2024

Berita
Proyek Hampir Beres, Stasiun Halim Bakal Jadi Titik Temu Angkutan Umum

Proyek Hampir Beres, Stasiun Halim Bakal Jadi Titik Temu Angkutan Umum

Berita
301.181 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Nyepi

301.181 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Nyepi

Berita
Lakukan Ini agar Warna Cat Rumah Minimalis di Eksterior Rumah Tak Mudah Pudar

Lakukan Ini agar Warna Cat Rumah Minimalis di Eksterior Rumah Tak Mudah Pudar

Tips
Gaet Perusahaan Malaysia dan Jepang, Mustika Land Rilis Rumah Rp 500 Juta

Gaet Perusahaan Malaysia dan Jepang, Mustika Land Rilis Rumah Rp 500 Juta

Berita
Termasuk LRT Jabodetabek dan KCJB, Ini Daftar Transportasi Massal yang Terintegrasi di Stasiun Halim

Termasuk LRT Jabodetabek dan KCJB, Ini Daftar Transportasi Massal yang Terintegrasi di Stasiun Halim

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+