11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Dibangun, Butuh Dana Rp 2,27 Triliun

Kompas.com - 03/08/2021, 08:00 WIB
ICAN - Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Pembangunan PLBN Sota  JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau pos lintas batas negara (PLBN) Sota di Merauke, Papua, Jumat (16/11/2018). Rencananya PLBN yang memisahkan antara Merauke, Papua dan Papua Nugini ini akan mulai dibangun pada Januari 2019 mendatang.  Pembangunan PLBN ini melengkapi 7 pos perbatasan yang sebelumnya sudah dibangun pemerintahan Joko Widodo.  Selama empat tahun kita telah membangun 7 pos perbatasan di Aruk, Badau, Entikong, Wini, Motaain, Motamasin, dan Skouw. Tiba saatnya juga di Sota ini akan kita mulai di Januari 2019, kata Presiden saat meninjau lokasi PLBN Sota, seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana.  Pembangunan PLBN ini diharapkan akan menggerakkan perekonomian wilayah dan masyarakat sekitar, serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia yang tinggal di perbatasan.  Kita harapkan selain menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru, juga menjadi sebuah etalase kebanggaan kita karena merupakan beranda paling depan dari negara ini, kata Jokowi.  PLBN Sota, sama seperti PLBN lain yang telah dibangun kembali, rencananya juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pos imigrasi dan pos karantina. Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo meminta agar nantinya turut dibangun pasar rakyat di PLBN Sota.  Saya tadi sampaikan, minta dibangun pasar untuk kegiatan ekonomi agar bisa digunakan masyarakat lokal di sini. Itu penting sekali. Seperti di Skouw juga ada pasarnya, ujarnya.  Pasar rakyat tersebut akan menjadi fasilitas bagi warga sekitar untuk mengembangkan perekonomiannya. Sehingga kehadiran PLBN Sota tak hanya berarti sebagai pos perlintasan semata, tapi juga mendatangkan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar.  Di Skouw itu kalau Sabtu-Minggu ramai banget. Dari Papua Nugini semuanya ke sana untuk beli, tandasnya.  Di lokasi ini, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertemu dengan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis 521/DY.   Selain itu, Presiden juga menyapa warga yang berada di sekitar PLBN Sota. Banyak warga yang meminta berswafoto dan bersalaman dengan Presiden.  Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Papua Barat Lukas Enembe, dan Bupati Merauke Frederikus Gebze. Biro Pers SetpresICAN - Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Pembangunan PLBN Sota JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau pos lintas batas negara (PLBN) Sota di Merauke, Papua, Jumat (16/11/2018). Rencananya PLBN yang memisahkan antara Merauke, Papua dan Papua Nugini ini akan mulai dibangun pada Januari 2019 mendatang. Pembangunan PLBN ini melengkapi 7 pos perbatasan yang sebelumnya sudah dibangun pemerintahan Joko Widodo. Selama empat tahun kita telah membangun 7 pos perbatasan di Aruk, Badau, Entikong, Wini, Motaain, Motamasin, dan Skouw. Tiba saatnya juga di Sota ini akan kita mulai di Januari 2019, kata Presiden saat meninjau lokasi PLBN Sota, seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana. Pembangunan PLBN ini diharapkan akan menggerakkan perekonomian wilayah dan masyarakat sekitar, serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia yang tinggal di perbatasan. Kita harapkan selain menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru, juga menjadi sebuah etalase kebanggaan kita karena merupakan beranda paling depan dari negara ini, kata Jokowi. PLBN Sota, sama seperti PLBN lain yang telah dibangun kembali, rencananya juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pos imigrasi dan pos karantina. Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo meminta agar nantinya turut dibangun pasar rakyat di PLBN Sota. Saya tadi sampaikan, minta dibangun pasar untuk kegiatan ekonomi agar bisa digunakan masyarakat lokal di sini. Itu penting sekali. Seperti di Skouw juga ada pasarnya, ujarnya. Pasar rakyat tersebut akan menjadi fasilitas bagi warga sekitar untuk mengembangkan perekonomiannya. Sehingga kehadiran PLBN Sota tak hanya berarti sebagai pos perlintasan semata, tapi juga mendatangkan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar. Di Skouw itu kalau Sabtu-Minggu ramai banget. Dari Papua Nugini semuanya ke sana untuk beli, tandasnya. Di lokasi ini, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertemu dengan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis 521/DY. Selain itu, Presiden juga menyapa warga yang berada di sekitar PLBN Sota. Banyak warga yang meminta berswafoto dan bersalaman dengan Presiden. Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Papua Barat Lukas Enembe, dan Bupati Merauke Frederikus Gebze.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu.

Ini merupakan dukungan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR di daerah perbatasan, pulau-pulau kecil, dan terluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PLBN Terpadu dibangun sebagai tempat pemeriksaan sekaligus pelayanan masuk keluar orang dan barang menggunakan paspor atau pas lintas batas.

Sejatinya, pembangunan PLBN Terpadu dilakukan demi meningkatkan fungsi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) yang memberikan pelayanan di bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan administrasi pengelolaan.

Dengan demikian, PLBN Terpadu menjadi sistem utama dalam melayani masyarakat perbatasan, khususnya yang berhubungan dengan lintas batas.

Baca juga: Pekerjaan Sarana Penunjang Tiga PLBN Terus Dikebut

Di samping fungsi pertahanan dan keamanan seperti yang telah disebutkan, PLBN Terpadu juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan kesenian.

Hal ini sebagaimana dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Senin (02/8/2021).

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar dia.

PLBN Terpadu dibangun di perbatasan wilayah Indonesia dengan negara lain, baik di darat maupun laut.

Selama 2020-2021, Kementerian PUPR melalui Dirketorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mendapatkan amanat untuk membangun 11 PLBN Terpadu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.