Semester Pertama 2021, Laba Semen Indonesia Tumbuh 29,7 Persen

Kompas.com - 02/08/2021, 19:30 WIB
Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan laba tersebut di antaranya ditopang oleh peningkatan pendapatan, peningkatan volume penjualan, serta pengelolaan utang yang berkelanjutan. Dok. Semen IndonesiaDirektur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan laba tersebut di antaranya ditopang oleh peningkatan pendapatan, peningkatan volume penjualan, serta pengelolaan utang yang berkelanjutan.

GRESIK, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan laba Rp 794,12 miliar atau tumbuh sebesar 29,7 persen pada semester pertama 2021.

Periode yang sama tahun lalu, laba perusahaan sebesar Rp 612,47 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan laba tersebut di antaranya ditopang oleh peningkatan pendapatan, peningkatan volume penjualan, serta pengelolaan utang yang berkelanjutan.

Baca juga: Semen Indonesia dan BNI Kerja Sama Bangun Solusi Digital Value Chain

Pengelolaan utang yang berkelanjutan, mampu menghasilkan penurunan biaya keuangan sebesar 27,7 persen.

Adapun pendapatan tercatat sebesar Rp 16,21 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan total volume penjualan.

Sementara untuk penjualan ekspor SIG pada semester pertama 2021, tercatat meningkat sebesar 35,5 persen.

Sehingga dengan peningkatan ekspor ini, mampu mencatatkan peningkatan total volume penjualan sebesar 5,7 persen secara tahunan.

"Peningkatan penjualan regional, merupakan upaya perseroan untuk memastikan utilisasi fasilitas produksi tetap terjaga di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini," ujar Hendi seperti dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (2/8/2021).

Secara keseluruhan, manajemen SIG melaporkan telah mencatat kinerja keuangan konsolidasian semester pertama tahun 2021 yakni, pendapatan tercatat sebesar Rp 16,21 triliun atau naik 1,2 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 16,03 triliun.

Kemudian beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 11,62 triliun naik 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 11,21 triliun.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.