Pandemi Belum Usai, Situasi Pasar Properti Malaysia Makin Tak Pasti

Kompas.com - 30/07/2021, 09:00 WIB
Panorama kota Kuala Lumpur, Malaysia. www.investmalaysiaproperties.comPanorama kota Kuala Lumpur, Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi pasar properti Malaysia yang tak pasti diperkirakan akan tetap bertahan meskipun para pengembang gencar mempromosikan produk yang belum terjual dengan harga yang lebih rendah.

CCO & Associates (KL) Sdn Bhd Chan Wai Seen percaya, produksi properti yang baru tidak akan secara signifikan berkontribusi pada situasi yang tidak pasti seperti sekarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena ketidakpastian dalam ekonomi negara dan meningkatnya pengangguran, kami tidak mengabaikan kemungkinan bahwa pembelian properti akan meningkat,” kata Seen.

“Namun, kami tidak berharap angkanya menjadi signifikan karena sebagian besar pengembang telah merespon dengan baik perubahan tren pasar sejak 2015," imbuh dia.

Baca juga: Perkantoran dan Kawasan Industri Bakal Pimpin Pemulihan Pasar Properti

Ia bahkan memperkirakan perkembangan pasar properti masih terpengaruh lonjakan kasus Covid-19 serta berbagai pembatasan lockdown yang diberlakukan pemerintah.

Perkembangan pasar properti pada Kuartal II-2021 diperkirakan akan menjadi yang terburuk karena pemberlakuan Movement Control Order (MCO).

Meskipun demikian, Seen memperkirakan permintaan properti akan kembali meningkat begitu pemerintah mencabut MCO.

“Sebagian besar calon pembeli adalah mereka yang memanfaatkan suku bunga rendah dan insentif yang ditawarkan di bawah Kampanye Kepemilikan Rumah atau oleh pengembang," ujarnya.

Seen menambahkan kaum milenial dan mereka yang baru pertama kali membeli rumah akan mendorong permintaan properti. 

Pada Kuartal II-2021, pasar properti mencatat 80.694 transaksi, dengan nilai total 36,12 miliar ringgit.

CEO Center for Market Education,Carmelo Ferlito, mengungkapkan bahwa nilai transaksi rata-rata pada Kuartal I-2021 mencapai 447.600 ringgit.

Jumlah ini naik 6,5 persen dari Kuartal IV-2020 dan 14,1 persen dari Kuartal I-2020. Semua kategori properti mencatatkan kenaikan rata-rata nilai transaksi pada Kuartal I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Meskipun dinamika harga sangat moderat, namun Indeks Harga Rumah Malaysia pada 2020 mencatat sedikit pertumbuhan 0,6 persen jika dibandingkan dengan 2019. Ini adalah peningkatan terkecil dalam 10 tahun terakhir,” kata Ferlito.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.