Kompas.com - 29/07/2021, 21:00 WIB
Pengunjung mengenakan masker untuk menghindari tertular Covid-19, saat mengunjungi Tembok Besar China, di Beijing, 18 April 2020. Setelah sempat menjalani masa karantina akibat penyebaran Covid-19, jutaan orang di China kembali turun ke jalan dan mengunjungi kawasan wisata yang kembali dibuka. AFP/WANG ZHAOPengunjung mengenakan masker untuk menghindari tertular Covid-19, saat mengunjungi Tembok Besar China, di Beijing, 18 April 2020. Setelah sempat menjalani masa karantina akibat penyebaran Covid-19, jutaan orang di China kembali turun ke jalan dan mengunjungi kawasan wisata yang kembali dibuka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemulihan pasar properti di berbagai negara Asia Pasifik masih dipimpin oleh sektor perkantoran dan kawasan industri.

Managing Director Capital Markets & Layanan Investasi Colliers Asia Terence Tang mengatakan, China mencatatkan sebanyak 30 kesepakatan transaksi properti sepanjang Kuartal II-2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebanyak 30 kesepakatan terjadi di pasar-pasar utama di China karena pemulihan ekonomi negara itu berlanjut dan meningkatkan kepercayaan investor," kata Terence dalam laporan Asia Pacific Market Snapshot Q2 2021 yang diterima Kompas.com, Kamis (29/07/2021).

Menurut Terence, dari total transaksi perkantoran, 12 transaksi di antaranya terjadi di Beijing yang mencapai total 26 miliar Chinese Yuan Renminbi (CNY) atau sekitar Rp 58 triliun.

Baca juga: Perkantoran dan Kawasan Industri Bakal Pimpin Pemulihan Pasar Properti

"Transaksi tersebut tentu saja melampaui gabungan tiga kuartal sebelumnya," ujarnya.

Selain Beijing, Shanghai juga mencatatkan sebanyak 10 transaksi yang mencakup aset kantor, perumahan, perhotelan dan industri.

Disusul Shenzen dengan lima transkasi dan tiga transaksi lainnya terjadi di Guangzhou.

"Di pusat China barat Chengdu dan Xi'an, beberapa kesepakatan sedang dinegosiasikan di kuartal II 2021 dan kami memperkirakan kesepakatan itu akan selesai dalam beberapa bulan mendatang," ungkap Terence.

Untuk diketahui, properti menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, Colliers tetap optimistis dan memperkirakan sektor properti tetap bisa bertahan hingga akhir tahun.

Hal ini terbukti dari catatan sejumlah negara di Asia Pasifik yang mencetak transaksi besar di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Terlebih pemerintah juga terus memberikan perhatian lebih kepada sektor ini melalui berbagai insentif dan keringanan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.