Kelayakhunian Kota Setelah Pandemi

Kompas.com - 22/07/2021, 17:00 WIB
Tangkapan layar video saat para nakes di RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyanyikan lagu gugur bunga untuk melepas kepergian Sri Rejeki Handayaningsih (53). Almarhum merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSUP dr Sardjito yang gugur setelah terpapar Covid-19. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMATangkapan layar video saat para nakes di RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyanyikan lagu gugur bunga untuk melepas kepergian Sri Rejeki Handayaningsih (53). Almarhum merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSUP dr Sardjito yang gugur setelah terpapar Covid-19.

SEORANG sahabat mengirimkan foto melalui whatsapp. Andai saja foto yang dia kirim dari London, Inggris, tersebut dikirimkan dua puluh bulan lalu, tentu akan terlihat biasa saja.

Foto di Piccadilly itu terasa begitu asing dalam pikiran saya sekarang setelah sekian lama dalam pandemi, sulit membayangkan suasana kota yang vibrant. Sudah lupa.

Ketika kini kita mulai terbiasa dipaksa dengan kenyamanan rumah, kota kita terus hidup melalui masa-masa sulit ini.

Bahkan, di banyak belahan bumi, warga kota menjadi korban dan semakin menderita akibat kemiskinan.

Bagi perencana kota, pandemi ini mengajak kita berpikir ulang tentang keputusan, kebijakan dan konsekuensinya.

Para perencana diharapkan semakin menyadari pentingnya merencana dengan dasar etika dan moralitas.

Henri Lefèbvre pada tahun 1968 mengemukakan, hak atas kota adalah hak bagi setiap warganya untuk berpartisipasi dalam perencanaan kota dan kebebasan membangun tatanan hubungan sosial di kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah pemikiran puritan dan mendasar bagi para perencana kota.

Namun kini dengan kota-kota kita tertutup untuk kegiatan, dan warga harus tinggal di rumah, perjalanan dibatasi serta hilangnya sebagian besar kegiatan ekonomi, kota kehilangan rona dan vibrancy-nya.

Diskursus urbanisasi yang semula sebagai kegiatan mengikuti arah modal melalui komoditisasi ruang pun berubah arah, menjadi diskursus tentang ruang-ruang layak huni di kantung-kantung perumahan padat perkotaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X