Mengintip Arsitektur Kota Livorno, Kampung Halaman Kapten Tim Azzurri

Kompas.com - 12/07/2021, 21:00 WIB
MUENCHEN, JERMAN - 1 JULI: Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, terlihat kapten Italia, Giorgio Chiellini, tengah berbicara kepada media dalam konferensi pers jelang laga perempat final Euro 2020 kontra Belgia, pada 1 Juli 2021. ©UEFAMUENCHEN, JERMAN - 1 JULI: Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, terlihat kapten Italia, Giorgio Chiellini, tengah berbicara kepada media dalam konferensi pers jelang laga perempat final Euro 2020 kontra Belgia, pada 1 Juli 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Italia akhirnya berhasil membawa pulang trofi Euro 2020 usai menumbangkan Inggris di partai final, Senin (12/07/2021) dini hari WIB.

Laga pamungkas yang berlangsung di Stadion Wembley tersebut dimenangkan Gli Azzurri lewat drama adu penalti dengan skor 3-2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu pemain yang berandil besar dalam membawa Azzurri pulang dengan kemenangan adalah sang kapten tim, Giorgio Chiellini.

Baca juga: Usai Jual Properti, Elon Musk Kini Ngontrak Rumah Dekat Markas Space-X

Dikenal sebagai seorang bek tangguh, Chiellini ternyata tumbuh dan dibesarkan di sebuah kota indah di pantai barat Tuscany, Livorno, Italia.

Livorno merupakan kota pelabuhan yang tak hanya terkenal dengan makanan lautnya namun juga arsitektur kotanya yang menawan.

Palazzo delle Colonne di marmo  yang berlokasi di Livorno. Banginan ini memiliki desain khas abad ke-16.Livorno Una Foto Al Giorno Palazzo delle Colonne di marmo yang berlokasi di Livorno. Banginan ini memiliki desain khas abad ke-16.
Jalan-jalan di Livorno penuh dengan bangunan bersejarah yang membuat kota ini menjadi lokasi banyak film dan dokumenter.

Salah satu bangunan yang paling terkenal adalah Palazzo delle Colonne di marmo yang terletak di distrik Venezia Nuova. Namanya berasal dari keberadaan dua tiang marmer Carrara di kedua sisi pintu utama.

Baca juga: Menengok Rumah Kontrakan Kapten Timnas Inggris, Harry Kane

Dibangun sekitar tahun 1703 oleh Giovan Battista Foggini untuk keluarga Gamberini. Pada tahun 1912, gedung yang dimiliki oleh keluarga Bicchierai sejak tahun 1718, dijual ke Monte di Piet. Gedung ini juga pernah menjadi tempat penyimpanan dokumen arsip negara.

Gedung ini memiliki desain fasad yang indah, dengan dua tiang marmer di kedua sisi pintu utama dihiasi dengan pedimen dan patung empat musim yang anggun. Ini merupakan contoh desain khas abad ke-16.

Selanjutnya ada Gereja St. Gregorius Illuminator yang merupakan gereja Katolik Armenia tua. Arsitekturnya memiliki desain neo klasik yang dihiasi tiga patung indah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.