Dana PEN Program Prioritas Terserap Rp 41,83 Triliun Per 30 Juni

Kompas.com - 05/07/2021, 16:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021). DOK. Humas KementanMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi pagu program prioritas untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp 41,83 triliun per 30 Juni 2021.

Pagu ini telah terserap sebesar 35,7 persen dari total pagu PEN untuk program prioritas sebesar Rp 117,04 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini manfaatnya untuk padat karya kementerian/lembaga (K/L) untuk 760.100 tenaga kerja," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers terkait hasil sidang kabinet paripurna, Senin (05/07/2021).

Program prioritas ini diperuntukkan untuk berbagai sektor antara lain pariwisata seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), ekowisata, dan pelatihan sumber daya manusia (SDM).

Lalu, untuk ketahanan pangan berupa program food estate (lumbung pangan) baru dan irigasi.

Selanjutnya pada bidang Information and Communication Technology atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa penyediaan infrastruktur TIK dan penyiaran publik.

Baca juga: Hingga Mei, 700.000 Orang Terserap Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR

Sementara untuk kawasan industri yaitu diperuntukkan bagi pengembangan kawasan strategis serta program penanaman modal.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester-I 2021 ini bakal tumbuh sekitar 3,1 persen hingga 3,3 persen secara tahunan.

Angka ini disebut lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun lalu yaitu minus 1,26 persen secara tahunan.

Sri Mulyani menyebutkan, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang positif itu terjadi lantaran denyut ekonomi tanah air lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu.

Meskipun ekonomi pada Kuartal-I 2021 minus 0,74 persen, tetapi pada Kuartal-II 2021 diprediksi tumbuh berkisar 7,1 persen-7,5 persen.

Walaupun lebih rendah dari prediksi Kuartal II-2021 sebelumnya yakni 7,1 persen-8,3 persen secara tahunan, dia memastikan pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 tetap akan menopang ekonomi Semester I-2021 sehingga bisa masuk ke zona positif.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.