Senat Amerika Sepakat Hilangkan Patung Tokoh Konfederasi dari Capitol

Kompas.com - 02/07/2021, 17:00 WIB
Patung Jefferson Davis, President  Confederate States periode 1861-1865 yang patungnya ada di Statuary Hall, Capitol Amerika Serikat. NPRPatung Jefferson Davis, President Confederate States periode 1861-1865 yang patungnya ada di Statuary Hall, Capitol Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Senat Amerika Serikat akhirnya mencapai kata sepakat untuk menghilangkan patung para tokoh konfederasi yang ada di gedung Capitol.

Kesepakatan itu tertuang dalam RUU H.R. 3005 dan telah disahkan dengan sistem voting, 285 suara menyatakan setuju dan 120 lainnya tidak. Keputusan ini dibuat pada tanggal 29 Juni 2021.

Pada bulan Juli 2020, RUU serupa disahkan oleh senat dan menetapkan bahwa arsitek Capitol, Brett Blaton, harus mengidentifikasi kembali patung-patung tokoh konfederasi yang ada di gedung Capitol.

Bila nantinya RUU tersebut disahkan, patung-patung tersebut akan dipindahkan dari gedung Capitol dan dikembalikan ke negara bagian tempat mereka dibawa.

Baca juga: Capitol Hill, Contoh Sempurna Arsitektur Neoklasik

RUU tersebut juga memutuskan, patung mantan Ketua Mahkamah Agung Roger Brooke Taney, yang menolak kewarganegaraan kulit hitam Amerika, akan diganti dengan Thurgood Marshall, seorang Hakim Agung Mahkamah Agung Kulit Hitam pertama.

Selain itu, diputuskan bahwa patung dari tokoh-tokoh supremasi kulit putih seperti Charles Brantley Aycock, John Caldwell Calhoun, dan James Paul Clarke juga harus dihilangkan meskipun mereka bukan tokoh Konfederasi.

Pembuatan RUU ini menyusul serangan 6 Januari, saat ribuan orang menyerbu Capitol AS, bany. Banyak dari mereka menampilkan bendera dan simbol konfederasi.

Direktur Eksekutif American Historical Association James Grossman mengatakan, keputusan untuk menghilangkan patung para tokoh Konfederasi dari Capitol sangat mudah dilakukan.

“Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, ada pengakuan bahwa meka adalah orang-orang yang melakukan pengkhianatan,” kata Grossman. "Dan negara mana yang menghormati orang yang melakukan pengkhianatan?"

RUU tersebut dibuat setelah digaungkan bertahun-tahun oleh para aktivis agar seluruh patung Konfederasi disingkirkan dari ruang publik.

Tahun lalu, setidaknya 169 simbol konfederasi dihapus di seluruh negeri, baik secara paksa oleh pemrotes dan dengan kerja sama pemerintah negara bagian.

Negara Konfederasi adalah persatuan 11 negara bagian yang mendukung perbudakan pada tahun 1861-1865.

Saat ini, konfederasi dipandang sebagai simbol rasisme dan diskriminasi, sehingga muncul upaya menghapus seluruh simbol yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Art News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.