REI Minta SiPetruk Tidak Jadi Syarat Akad KPR dalam Enam Bulan ke Depan

Kompas.com - 16/06/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Real Estat Indonesia (REI) meminta agar Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) tidak menjadi syarat pengajuan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam enam bulan ke depan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pembiayaan Perbankan Syariah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI Royzani Sjachril mengungkapkan hal ini dalam webinar, Selasa (15/06/2021).

"Kita berharap dengan adanya hal-hal semacam tersebut bisa dipertimbangkan agar SiPetruk  ini akan diperpanjang masa berlakunya dan tidak menjadi suatu keharusan dalam akad KPR enam bulan ke depan," ujar Royzani.

Menurut Roy, penerapan SiPetruk pada pertengahan tahun 2021 menuai beberapa hambatan dari para pengembang.

Baca juga: Agar Program Rumah Subsidi Tak Salah Sasaran

Contohnya, kenaikan harga lahan bangunan hampir di seluruh Indonesia, adanya beberapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di berbagai daerah, terutama dalam 3,5 tahun ke depan juga akan diselenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak.

Hal ini tentunya akan mengubah sistem dan regulasi perizinan dan menghambat lokasi dari beberapa proyek yang akan diluncurkan pengembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Roy mengatakan, dengan adanya SiPetruk tentu akan semakin memperlambat peluncuran produk pengembang.

Lalu, terdapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dialokasikan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Jadi, kata Roy, ada keterbatasan bagi Pemda di bidang perumahan dalam memberikan beragam stimulan kepada para pengembang.

Dengan adanya pertimbangan tersebut, pertumbuhan ekonomi di setiap daerah bisa berjalan dengan baik.

Baca juga: Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X