Kompas.com - 09/06/2021, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengungkapka alokasi anggaran untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) pada tahun 2021 belum ada.

"Jadi belum kami masukkan dalam anggaran Pagu Indikatif TA 2022, karena memang dananya belum ada," kata Diana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (09/06/2021).

Diana menuturkan, awalnya kebutuhan pagu indikatif TA 2022 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR diusulkan sebesar Rp 30,10 triliun.

"Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk sejumlah program dan kegiatan. Salah satunya yaitu untuk kebutuhan dasar sebesar Rp 17,06 triliun," ujarnya.

Baca juga: Rusun ASN di IKN Dibangun Tahun 2022 dengan Skema KPBU

Rinciannya, kebutuhan wajib meliputi belanja pegawai, belanja barang operasional sebesar Rp 0,78 triliun, pemenuhan commited project dan kontrak tahun jamak sebesar Rp 7,7 triliun.

Lalu kegiatan pendanaan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp 2,43 triliun, operasionalisasi aset sebesar Rp 0,84 triliun, kegiatan padat karya sebesar Rp 3,09 triliun dan safeguard-nya sebesar Rp 0,97 triliun.

Kemudian alokasi untuk tanggap darurat dan cadangan bencana sebesar Rp 0,16 triliun, dan dukungan manajemen dan pengaturan, pembinaan dan pengawasan (Turbinwas) untuk pelaksanaan kegiatan unit organisasi di pusat dan balai sebesar Rp 1,09 triliun.

Selanjutnya kegiatan prioritas baru meliputi proyek strategis nasional, major project, infrastruktur kawasan indusri, pemenuhan sasaran renstra, dan penugasan dari presiden dengan alokasi sebesar Rp 13,04 triliun.

"Kebutuhan alokasi anggaran ini masih belum memperhitungkan kebutuhan untuk pembangunan IKN baru, jadi belum kami masukkan karena memang dananya belum ada," imbuh Diana.

Namun, pagu indikatif TA 2022 Ditjen Cipta Karya yang disetujui hanya sebesar Rp 12,5 triliun saja atau 41,52 persen dari total kebutuhan yang diusulkan.

Dengan pagu indikatif TA 2022 yang hanya sebesar Rp 12,5 triliun tersebut otomatis Ditjen Cipta Karya melakukan sejumlah penyesuaian target dan program di semua sektor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.