Sumatera Selatan Ditetapkan Jadi Percontohan Tanah Obyek Reforma Agraria

Kompas.com - 22/05/2021, 12:55 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan surat keputusan (SK) redistribusi tanah obyek reforma agraria (TORA) hutan dan sertifikat hak atas lahan, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019). ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo menyerahkan surat keputusan (SK) redistribusi tanah obyek reforma agraria (TORA) hutan dan sertifikat hak atas lahan, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan Provinsi Sumatera Selatan sebagai proyek percontohan (pilot project) percepatan Redistribusi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA).

Obyek pelaksanaan kegiatan ini adalah sumber TORA yang berasal dari kategori Hutan Produksi Konversi (HPK) yang tidak produktif untuk dilepaskan dari kawasan hutan seluas 30.000 hektar.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan hal itu dikutip dari siaran pers, Sabtu (22/05/2021).

"Ini berdasarkan surat keputusan pencadangan pelepasan kawasan hutan yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK)" ujar Surya.

Kegiatan itu merupakan penyelenggaraan Reforma Agraria yang berkeadilan dan demi mewujudkan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T).

Sehingga, dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat secara adil dan merata.

Baca juga: Awal Mei, Sosialisasi PTSL dan Reforma Agraria Dilaksanakan di 48 Kabupaten/Kota

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surya menjelaskan, hal pertama dalam melakukan kegiatan TORA dimulai dengan pemetaan tematik.

Caranya, mengetahui terlebih dahulu secara keseluruhan siapa pemilik dan digunakan untuk apa tanah tersebut. Kemudian, akan ditentukan untuk apa dan kepada siapa tanah itu diberikan.

"Kami di sini hanya membantu mempersiapkan, saya rasa ini wujud dari kehadiran pemerintah pusat bagi masyarakat, kita tidak bisa hanya menuntut dan memasalahkan sudah seharusnya kita hadir dari awal," lanjutnya.

Surya berharap, dengan dilaksanakan rapat koordinasi ini, proses pemetaan dapat berjalan dengan baik dan akurat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X