Menurut Luhut, Penanganan Banjir Jakarta dari Hulu sampai Hilir Sudah Baik

Kompas.com - 05/05/2021, 20:00 WIB
Kementerian PUPR Dorong Pengembangan Bendungan Sukamahi Menjadi Taman Ekowisata Kawasan Puncak Bogor Kementerian PUPR Dorong Pengembangan Bendungan Sukamahi Menjadi Taman Ekowisata Kawasan Puncak Bogor

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi dibangun sebagai bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta.

"Tadi sudah kita lihat dua bendungan tersebut dan akan terus kita dorong agar selesai di bulan Juli tahun 2021", kata Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (05/05/2021).

Menurut Luhut, penanganan banjir di ibu kota memerlukan kerja sama yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dia menilai penanganan banjir Jakarta yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sudah berjalan dengan baik.

"Saya melihat kerja sama sudah baik dalam menangani banjir Jakarta mulai dari hulu hingga hilir," ujar Luhut.

Baca juga: Kurangi Risiko Banjir Jakarta, Stasiun Pompa Ancol-Sentiong Rampung 2022

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan, pengembangan Ecotourism Park atau Taman Ekowisata kawasan Puncak Bogor akan dilakukan pada Bendungan Sukamahi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep Taman Ekowisata dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar Bendungan Sukamahi dengan mengedepankan perlindungan ekosistem pada kawasan konservasi.

"Bendungan Sukamahi tidak hanya sebagai pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta, tetapi juga pengembangan ekowisata kawasan Puncak Bogor dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan mengedepankan perlindungan ekosistem," kata Basuki.

Basuki menjelaskan Ekowisata Bendungan Sukamahi dapat memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan, misalnya konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt dikembangkan menjadi forest conservation park atau hutan konservasi.

Hutan konservasi ini mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat, seperti pohon Suren dan Damar.

Baca juga: Selain Kendalikan Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi Bakal Jadi Taman Ekowisata

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X