Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belum Dua Bulan Diresmikan, Dermaga II Pelabuhan Bolok Kupang Ambruk

Kompas.com - 05/05/2021, 17:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Dermaga II Pelabuhan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk diterjang Badai Seroja, Senin (05/04/2021) lalu.

Akibatnya, pihah Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang tidak bisa menggunakan dermaga itu.

General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Cuk Priyatno membenarkan hal itu, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (05/05/2021).

"Betul, dermaga II Pelabuhan Penyeberangan Bolok tidak dapat digunakan," ujar Priyatno.

Karena itu, ASDP hanya mengoperasikan Dermaga I untuk pelayanan operasional kapal penyeberangan ke seluruh NTT.

Baca juga: Kementerian PUPR dan TNI AD Tuntaskan Pemasangan Jembatan Bailey di NTT

Priyatno menyebut, dermaga itu ambruk akihat Badai Siklon Tropis Seroja pada 5 April 2021 lalu.

Kerusakan dermaga ini mengganggu pelayanan operasional kapal penyeberangan di Bolok untuk sembilan trayek atau lintasan.

"Jadi kami mohon maaf dan maklumnya kepada para pengguna jasa serta stake holders atas ketidaknyamanannya," ujar Priyatno.

Dermaga II Pelabuhan Bolok di Kupang, NTT resmi beroperasi pada Rabu 10 Maret 2021.

Peresmian dermaga tersebut dilakukan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan dihadiri Sesditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Marta Hardisarwono, dan Direktur Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Cucu Mulyana.

Selain mereka, hadir juga Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Direktur Operasional PT Jasaraharja Putera Rahmat Slamet serta Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

Proyek revitalisasi Dermaga I dan II Bolok senilai Rp 36 miliar ini merupakan dermaga jenis moveable bridge dengan tipe dolphin.

Dermaga I berkapasitas 30 ton memiliki panjang 60 meter dan lebar 12 meter yang mampu disandari kapal ukuran maksimala 1.000 GRT.

Sedangkan dermaga II berkapasitas 40 ton memiliki panjang 80 meter dan lebar 16 meter, yang mampu disandari kapal berukuran 5.000 GRT. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com