12 Proyek Tol dan Jembatan Senilai Rp 168 Triliun Siap Lelang

Kompas.com - 31/03/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi konstruksi. RhumbixIlustrasi konstruksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan 12 proyek jalan tol dan jembatan akan dilelang dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pada tahun 2021.

Proyek KPBU yang ready to offer untuk tahun 2021 yaitu yang pertama yang sudah masuk dalam daftar rencana KPBU itu ada 12 (proyek). Ini yang terkait dengan jalan tol dan jembatan itu masuk dalam PPP Book,” kata Eko dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR, Rabu (31/03/2021).

Menurutnya estimasi kebutuhan biaya investasi dari ke 12 proyek tersebut mencapai Rp 168 triliun atau tepatnya Rp 167,74 triliun dengan total panjang 447,067 kilometer.

"Jadi itu yang siap untuk ditawarkan untuk tahun 2021, ini artinya siap pelelangan," jelasnya

Baca juga: Gerak Maju Tol Trans-Sumatera, Katalis Pertumbuhan Kawasan Industri Baru

Adapun proyek jalan tol yang telah masuk dalam daftar rencana lelang KPBU yakni:

  1. Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg
  2. Tol Mamminasata
  3. Tol Sentul Selatan-Karawang Barat
  4. Tol Bogor-Serpong via Parung
  5. Tol Gilimanuk-Mengwi
  6. Tol Akses Patimban
  7. Tol Semanan-Balaraja
  8. Tol Semarang Harbour/Semarang-Kendal
  9. Tol Cikunir-Karawaci Elevated
  10. Tol JORR Elevated ruas Cikunir-Ulujami.

Sementara proyek jembatan merupakan penggantian dan/atau duplikasi jembatan tipe Callender Hamilton (CH).

Jembatan Batam-Bintan sedang dalam pratinjau aspek teknis dan finansial.

Selain itu, pada tahun ini juga terdapat satu proyek di sektor perumahan yang siap lelang yaitu pembangunan rumah susun (rusun) Cisaranten, Bina Harapan.

Proyek ini akan dilakukan dengan skema yang sama dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp 1,1 trilun dengan output 2.738 unit.

Kementerian PUPR saat ini juga sedang melakukan proses kajian kelayakan proyek infrastruktur.

Kajian kelayakan ini dibagi dalam tahap outline business case (OBC) dan tahap final business case (FBC).

Untuk tahap outline business case (OBC), kajian awal tengah dilakukan untuk lima proyek sektor jalan dan jembatan, dua proyek sektor sumber daya air, enam proyek sektor perumahan, dan lima proyek sektor permukiman.

Sementara, untuk tahap final business case (FBC), tengah dilakukan kajian untuk 11 proyek sektor jalan dan jembatan, tiga proyek sektor sumber daya air, lima proyek sektor perumahan dan tiga proyek sektor permukiman.

“Jadi dalam final business case ini kalau timeline-nya tepat, selesai misalnya Kuartal Ketiga 2021, Insya Allah Kuartal Keempat atau paling lambat tahun 2024 sudah bisa ditawarkan dalam bentuk lelang,” tuntas Eko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X