Simak, Rencana Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kompas.com - 30/03/2021, 08:00 WIB
Kondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRKondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 715 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2021 untuk pembangunan infrastruktur jalan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kalimantan Utara (Kaltara).

Rinciannya, anggaran sebesar Rp 247 miliar dikucurkan untuk pembangunan ruas jalan perbatasan seperti Jalan Long Boh-Metulang-Long Nawang sepanjang 6,5 kilometer.

Kemudian, Jalan Long Boh-Metulang-Long Nawang 2 dengan total panjang 21,5 kilometer, pembukaan hutan ruas Long Boh-Metulang yang belum tembus sepanjang 3,5 kilometer, Jalan Long Kemuat-Langap sepanjang 3,7 kilometer, serta pemeliharaan rutin perbatasan sepanjang 312,3 kilometer.

Baca juga: Proyek Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kaltara Terus Berlanjut

Selain jalan perbatasan, anggaran TA 2021 Kementerian PUPR juga digunakan untuk melanjutkan pembangunan akses perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara sebesar Rp 468 miliar.

Kondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-MalaysiaDok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Kondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Jalan Malinau-Semamu dengan target 2 kilometer, Jalan Malinau-Semamu 1 sepanjang 3,2 kilometer, Jalan Long Semamu-Long Bawan sepanjang 13,66 kilometer, serta Jalan Long Nawang sepanjang 3,9 kilometer.

Pekerjaan ini diprioritaskan pada area yang sudah memiliki permukiman atau padat penduduk serta fasilitas umum seperti Puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara penggunaan lapisan agregat digunakan pada area yang masih membutuhkan peningkatan lalu lintas harian (LHR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan itu bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah atau membuka akses daerah terisolasi.

"Selain itu, juga sebagai pemerataan hasil pembangunan di luar Pulau Jawa, terutama di daerah perbatasan," ucap Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/3/2021).

Kondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-MalaysiaDok, Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR. Kondisi Terkini Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia
Menurut Basuki, jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara.

Sehingga, dapat mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Secara keseluruhan, jalan perbatasan di Kaltara membentang sepanjang 992,35 kilometer yang terdiri dari jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 kilometer dan akses perbatasan 377,8 kilometer.

Dari sisa pembangunan jalan perbatasan di Kaltara sepanjang 614,55 kilometer ini telah menyisakan sepanjang 57 kilometer dan 27,05 kilometer pada akses jalan perbatasan. 

Dengan adanya pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat membuka daerah terisolasi yang bisa membantu masyarakat di kawasan tersebut.

"Dengan meningkatnya konektivitas masyarakat akan terbentuk jalur logistik baru yang mendukung tumbuhnya embrio pusat pertumbuhan," tuntas Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X