Jasa Marga Bangun Perkantoran dan Pergudangan di Koridor Tol Japek II Selatan

Kompas.com - 26/03/2021, 22:00 WIB
Ilustrasi konstruksi. RhumbixIlustrasi konstruksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Related Business (JMRB) akan mengembangkan Toll Corridor Development (TCD) di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan.

Menurut Direktur Utama JMRB Cahyo Satrio Prakoso, TCD merupakan salah satu peluang dan model bisnis baru yang dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi induk perusahaan yaitu PT Jasa Marga (Pesero) Tbk.

"Yang paling menjanjikan adalah sebenarnya bisnis TCD," kata Cahyo seperti dikutip dalam kanal YouTube Berita Satu, Jumat (26/03/2021).

Cahyo menjelaskan, konsep pengembangan kawasan TCD ini beragam, dan tidak terpaku pada satu sektor bisnis tertentu saja.

Baca juga: Tahun Depan, Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Rampung

Sektor bisnis yang dikembangkan melalui TCD dapat berupa pengembangan residensial, kawasan industri, pariwisata dan bahkan komersial.

Khusus koridor Jalan Tol Japek II Selatan, JMRB akan mengembangkan TCD berupa kawasan industri, kargo pergudangan, perkantoran, dan juga residensial.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kita akan kembangkan kemungkinan sebagai industries, pergudangan, office dan residensial. Harapannya dengan dibukanya koridor Tol Japek Selatan ini akan berkembang. Jadi kita mulai pembebasan dari sekarang," urai Cahyo.

Meski demikian, Cahyo belum mau memberikan detail kapan pengembang TCD tersebut  dilakukan.

Pasalnya, tak hanya Jalan Tol Japek II Selatan yang akan dilakukan pengembangan bisnis model TCD, juga sejumlah jalan tol lain milik Jasa Marga.

Di antaranya TCD JORR Ulujami, TCD JORR-TB Simatupang, TCD Taman Mini, TCD Pantai Indah Kapuk, TCD Purwakarta, dan TCD Patimban.

"Jadi kalau untuk TCD ini karena berupa development, jadi kami tidak bisa targetkan. Mungkin start tahun ini, tapi paling tidak sekitar satu sampai dua tahun selesai pengembangannya," ucap Cahyo.

Baca juga: Ini Konsep Kawasan Industri Pintar Garapan Jasa Marga dan Fadel Muhammad

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan hingga saat ini masih terus berlangsung.

Proyek jalan bebas hambatan berbayar ini membentang sepanjang 62 kilometer dengan investasi senilai Rp 8,8 triliun.

Terbagi dalam 3 (tiga) seksi pembangunan yaitu, seksi 1 Jatiasih-Setu sepanjang 9,3 kilometer, seksi 2 Setu-Taman Mekar sepanjang 24,85 kilometer, dan seksi 3 Taman Mekar-Sadang sepanjang 27,85 kilometer.

Adapun untuk seksi 1 dan 2 saat ini sedang dalam tahap pembebasan tanah dan ditargetkan konstruksinya rampung Juni 2022.

Sedangkan seksi 3 progres konstruksinya telah mencapai 42,58 persen dan ditargetkan rampung Maret 2022.

Tol Japek II Selatan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui pembiayaan APBN/APBD, BUMN, dan Swasta.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diterbitkan pada 17 November 2020.

Jalan Tol Japek II Selatan tersebut dilengkapi tujuh buah Gerbang Tol (GT) yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X