Tahun 2030, Pemprov DKI Targetkan Pembangunan 600.000 Rumah

Kompas.com - 24/03/2021, 14:35 WIB
Ilustrasi rumah Dok. Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan 600.000 rumah hingga tahun 2030.

Sementara, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta akan membangun 250.000 unit rumah susun (susun).

Pembangunan rusun sebanyak itu ditargetkan dapat terealisasi dalam kurun lima tahun sejak 2018 hingga 2022 mendatang.

Target 250.000 unit rusun ini dibagi menjadi 50.000 unit per tahun selama lima tahun tersebut.

Baca juga: DKI Ubah Batasan Penghasilan Maksimal Program DP 0 Jadi Rp 14,8 Juta

Sementara untuk rusunawa, akan dibangun sebanyak 14.564 unit melalui dana APBD. Angka ini di luar rusunawa yang dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN seperti Rusunawa Pasar Rumput dan Rusunawa Pasar Minggu dengan kontribusi 3.222 unit.

Adapun program rusun DP Rp 0 untuk penghasilan Rp 4 juta-Rp 7 juta per bulan yang kemudian diubah menjadi maksimal Rp 14 juta ini akan dibangun oleh BUMD dengan jumlah 9.772 unit per tahun.

Tiga BUMD yang ditunjuk untuk membangun rusun yakni Sarana Jaya, Jakpro, dan Pasar Jaya. Sedangkan sisanya, diserahkan ke swasta.

Tak hanya target rumah yang bertambah, Pemprov DKI juga menargetkan 100 persen penyediaan air bersih untuk masyarakat di ibu kota.

Baca juga: Cek di Sini, Angsuran Rumah Rp 600 Juta dengan DP 0 Persen, Terendah Rp 4,5 Juta

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, penyediaan air bersih untuk warga baru mencapai 60 persen per Tahun 2019.

"Pada tahun 2030, kami harapkan seluruh area di Jakarta tercukupi secara utuh untuk kebutuhan air bersih," ujar Syafrin dalam diskusi virtual, Rabu (24/03/2021).

Selanjutnya, yang kerap menjadikan persoalan di ibu kota adalah manajemen air limbah. Kata Syafrin, pada tahun 2030 Pemprov DKI menargetkan pengelolaan manajemen air limbah menjadi 50 persen.

Persentase ini meningkat dibanding pencapaian tahun 2019 di mana manajemen air limbar=h baru mencapai 14 persen.

Dengan peningkatan coverage area untuk penanganan manajemen air limbah ini diharapkan dapat memperbaiki lingkungan secara keseluruhan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X