Sejarah Stadion Utama GBK Senayan, Pemancangan Tiang Pertama Dihadiri Nikita Kruschev

Kompas.com - 22/03/2021, 21:09 WIB
Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Kementerian PUPRStadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendengar nama Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, hal yang terlintas di benak masyarakat Indonesia tentu arena latihan olahraga bola kaki atau biasa disebut sepak bola.

Tak hanya digunakan sebagai tempat latihan sepak bola, Stadion GBK Senayan merupakan kandang andalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia saat berlaga dengan negara-negara dunia.

Bahkan, belum lama ini, Stadion GBK Senayan terpilih menjadi stadion terfavorit di Asia Tenggara versi Federasi Sepak Bola Asia (AFC).

Stadion kebanggaan bangsa itu terpilih menjadi yang terfavorit berdasarkan pemungutan suara melalui laman resmi AFC.

Stadion GBK Senayan unggul telak dari empat stadion milik negara tetangga seperti Stadium Australia di Australia, Stadion Nasional Bukit Jalil di Malaysia, Stadion My Dinh di Vietnam, dan Stadion Rajamangala di Thailand.

Bahkan, stadion ini juga kerap digunakan sebagai perhelatan konser musik, acara keagamaan, hingga kegiatan politik berskala besar.

Sejarah

Sejatinya, stadion utama GBK Senayan dibangun pada 8 Februari 1960 pada masa pemerintahan Presiden pertama RI Soekarno.

Pembangunannya dilakukan menyusul terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-IV, Tahun 23 Mei 1958.

Tentu saja, momen ini menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia yang notabene baru saja merasakan kemerdekaan.

Baca juga: Tak Hanya GBK Senayan, 5 Spot Ini Layak Dikunjungi Saat New Normal

Karena hal itu pula, Indonesia juga merasa cemas karena mengalami keterbatasan dana dan sumber daya manusia (SDM).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X