Basuki Usulkan Tambahan Anggaran Rp 2,5 Triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Kompas.com - 17/03/2021, 16:00 WIB
Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) di perumahan. Dok. Kementerian PUPR.Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) di perumahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan telah mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun 2021.

"Dalam rangka mendukung program PEN saat ini sedang dilakukan pembahasan dengan Dirjen Aggaran Kementerian Keuangan perihal rencana tambahan anggaran Rp 2,5 trilun," kata Basuki dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI, Rabu (17/03/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Basuki menjelaskan tambahan anggaran Rp 2,5 trilun itu, akan digunakan untuk empat program kegiatan.

Yakni perbaikan tanggul dan pemeliharaan sungai, revitalisasi drainase jalan nasional, perbaikan lereng, jembatan, bonjong, SPAM, dan satintasi pedesaan, serta pembangunan rumah khusus dan bantuan stimulan rumah swadaya.

Basuki menuturkan, rencana alokasi tambahan anggaran tersebut belum masuk dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) tahun 2021 yang totalnya mencapai Rp 134,89.

"Tapi rencana tambahan anggaran ini belum masuk DIPA baru dibahas di Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu," jelasnya.

Sebelumnya pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 telah ditetapkan pada 2 Oktober 2020 lalu sebesar Rp 149,81 triliun.

Namun pada 25 November 2020 anggaran tersebut mengalami refocussing menjadi Rp 131,81 triliun.

"Jadi refocussing dengan penghematan penghematan sebesar Rp 17,99 triliun, sehingga totalnya jadi Rp 131,81 triliun dan ditetapkan melalui Surat Bersama (SB) Menteri Keuangan 22 Januari 2022," tuturnya.

Selanjutnya, terdapat penambahan anggaran untuk percepatan, penarikan PHLN dan peluncuran SBSN sebesar Rp 3,08 trilun, sehingga total Pagu TA 2022 mencapai Rp 134,98 triliun.

"Lalu pagu revisi Kementerian PUPR sebesar Rp 134,89 triliun. Karena terdapat percepatan penarikan PHLN dan peluncuran SBSN yang totalnya adalah Rp 3,08 trilun," tuntas Basuki.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.