Terkait Gugatan Perusahaan Singapura, Begini Kilas Balik TMII

Kompas.com - 11/03/2021, 13:30 WIB
Anjungan Bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (5/7/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianAnjungan Bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (5/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Yayasan Harapan Kita (YHK), Pengurus Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga digugat oleh perusahaan asal Singapura, Mitora Pte.Ktd ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Pengurus TMII menjadi turut tergugat III dalam laporan dengan nomor perkara 146/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst atas klasifikasi perbuatan melawan hukum itu.

Kemudian, Soehardjo Soebardi sebagai turut tergugat I, Sekretariat Negara Republik Indonesia sebagai turut tergugat II, dan Kantor Pertanahan (Kantah) Jakarta Pusat sebagai turut tergugat IV.

Sementara YHK menjadi tergugat I dan ketiga anak Presiden ke-2 RI Soeharto yaitu Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Sigit Harjojudanto, serta Bambang Trihatmodjo sebagai turut tergugat I, II, dan III.

Baca juga: Yayasan Harapan Kita Digugat Perusahaan Singapura Senilai Rp 584 Miliar

Dalam petitum gugatan itu, Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan properti berupa sebidang tanah dan bangunan beserta seluruh isinya yang terletak di Jl Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat.

Mitora menuntut para tergugat dan turut tergugat secara renteng untuk membayar kewajiban sebesar Rp 500 miliar dan kerugian immateriil senilai Rp 84 miliar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, total kewajiban dan kerugian immateriil yang harus dibayarkan para tergugat dan turut tergugat sebesar Rp 584 miliar.

Lalu, bagaimana awal dibangunnya TMII?

Mengutip laman TMII, Istri Presiden ke-2 RI Soeharto yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK di Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta pada 13 Maret Tahun 1970.

Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat yang dilengkapi dengan pagelaran kesenian kekayaan flora dan fauna dan benda budaya dari masing-masing daerah di Indonesia.

Baca juga: Digugat Perusahaan Singapura, Begini Sepak Terjang Yayasan Harapan Kita

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X