JAKARTA, KOMPAS.com - Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, program food estate (lumbung pangan) akan berdampak buruk jika dilakukan dengan mengalihfungsikan hutan alam secara besar-besaran.
Menurutnya, food estate tidak menjawab persoalan pangan justru menimbulkan masalah lain yang jauh lebih berbahaya yaitu dampak deforestasi.
“Sejarah implementasi food estate di Tanah Air terbilang buruk. Kegagalan dari food estate yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia adalah karena mengingkari kaidah akademis," kata Dwi, dalam keterangan tertulis, Rabu (03/03/2021).
Dwi menilai program food estate yang dijalankan oleh Pemerintah ini banyak mengingkari kaidah akademis yang mestinya menjadi perhatian.
Baca juga: Food Estate Dianggap Potensial Hilangkan Hutan Seluas Tiga Kali Pulau Bali
Kaidah akademis ini mencakup kelayakan tanah dan agroklimat, kelayakan infrastruktur, kelayakan teknologi, dan kelayakan sosial dan ekonomi.
"Tata kelola air menjadi kunci utama dari pengembangan lahan pertanian. Hal ini termasuk ke dalam kelayakan infrastruktur yang berbiaya tinggi. Empat pilar tersebut harus dijamin dapat terpenuhi, jika tidak maka akan gagal food estate tersebut,” urai Dwi.
Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific (CCROM-SEAP) IPB Rizaldi Boer.
Dia mengatakan bahwa food estate akan mengancam kerusakan lingkungan yang masuk dalam dua syarat utama bagi Indonesia untuk dapat memenuhi komitmen global dalam perbaikan iklim Nasionallity Determined Contribution (NDC).
Kedua syarat tersebut adalah penurunan luas deforestasi hutan dan perbaikan pengelolaan lahan gambut.
“NDC Sektor kehutanan itu bebannya sampai 17 persen dan hanya bisa dicapai oleh penurunan deforestasi yang signifikan dan pemulihan gambut," kata dia.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.