Kompas.com - 28/02/2021, 14:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar perkantoran Surabaya, Jawa Timur, tengah menghadapi tantangan besar sebagai dampak Pandemi Covid-19.

Perekonomian yang belum pulih menyulitkan beberapa perusahaan untuk bertahan. Akibatnya, penyerapan ruang kantor pun mengalami perlambatan.

Pengembang dan pengelola perkantoran berusaha keras menumbuhkan tingkat hunian dengan tetap mempertahankan harga sewa.

Cilliers International Indonesia memprediksi tahun 2021, tantangan yang dihadapi sektor perkantoran akan lebih besar.

Baca juga: Ini Lima Perkantoran Termahal di Jakarta

"Pengembang dan pengelola harus fokus mengamankan penyewa yang berkomitmen. Selain itu, mereka juga harus mulai menyediakan ruang kerja yang lebih kompak dan fleksibel," ujar Senior Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto kepada Kompas.com, Jumat (26/02/2021).

Perusahaan skala kecil, mikro, dan menengah serta rintisan diharapkan menjadi generator permintaan perkantoran di Surabaya.

Namun demikian, menurut Ferry, sektor keuangan masih mendominasi permintaan ruang kantor, disusul operator co-working space yang akan memperluas pasarnya.

Sementara dari sisi pasokan, terdapat delapan proyek seluas 280.000 meter persegi yang akan hadir hingga 2025 mendatang, dengan angka kumulatif 9,3 persen per tahun.

Ferry juga mengatakan, jumlah pasokan ruang yang tidak terserap akan menekan biaya sewa untuk dua tahun ke depan.

Baca juga: Karena Pandemi, Harga Sewa Mal di Surabaya Turun

Namun perlu diingat bahwa semakin kecil tambahan pasokan baru, akan meningkatkan tarif sewa pada tahun-tahun berikutnya.

Colliers mencatat, terdapat lima perkantoran dengan biaya sewa termahal di Surabaya.

Kelimanya adalah:

  1. Graha Esa Sampoerna di Jl Dr Ir H Soekarno
  2. Telkom Smart Office di Jl Ketintang Gayungan
  3. Voza Premium Office di Jl Mayjen HR Muhammad
  4. Pakuwon Center & Tower di Jl Embong Malang 
  5. Bursa Efek Indonesia (MNC Tower) di Jl Taman Ade Irma Suryani Nasoetion

Tingginya harga sewa ini, menurut Ferry, dipengaruhi sejumlah faktor yakni lokasi strategis di pusat kota, spesifikasi bangunan, usia gedung, dan teknologi yang diterapkan dalam operasionalisasi gedung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.