[POPULER PROPERTI] Sertifikat Elektronik Tak Bisa Diterapkan di Indonesia, Mengapa?

Kompas.com - 16/02/2021, 13:30 WIB
Bentuk Sertifikat Elektronik Kementerian ATR/BPNBentuk Sertifikat Elektronik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Hukum Pertanahan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia Erwin Kallo mengatakan, sertifikat tanah elektronik tak bisa diterapkan di Indonesia.

"Jangankan elektronik, (sertifikat) ibunya Pak Dino Patti Djalal aja bisa dipalsu," ucap Erwin kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Bukan tanpa sebab, sertifikat jenis ini memiliki dua kelemahan yakni, dari sisi teknis dan hukum.

Dari sisi teknis, sertifikat tanah elektronik sangat rawan dan mudah diretas oleh para hacker ( peretas).

Artikel tersebut menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com edisi Selasa (16/2/2021).

Lantas, bagaimana kelemahan dari sisi hukum menurut Erwin?

Temukan jawabannya di sini Ahli Pertanahan: Sertifikat Elektronik Tak Bisa Diterapkan di Indonesia

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah bercerita, ayahnya Haji Musannif ingin membangun 99 masjid.

Oleh karena itu, peresmian Masjid Al-Musannif di Desa Asamjawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara merupakan bagian dari pembangunan 99 masjid itu.

Masjid Al-Musannif Torgamba merupakan masjid kedua yang sudah terbangun dan 28 masjid lainnya masih dalam proses pembangunan.

Selanjutnya baca di sini Cerita Wagub Sumut: Ayah Saya Ingin Bangun 99 Masjid

Untuk mencegah pemalsuan dan pencurian sertifikat seperti yang dialami Ibunda Dino Patti Djalal, Erwin mengusulkan agar sertifikat tanah dilengkapi foto pemiliknya.

"Kalau mau mengeliminasi kasus-kasus begitu, saya sudah mengusulkan berapa tahun lalu bagaimana sertifikat ada satu halaman foto orangnya, kayak paspor," ucap Erwin.

Selengkapnya baca di sini Cegah Pencurian, Ahli Usul Sertifikat Rumah Dilengkapi Foto Pemilik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X