4 Tindakan Penanganan Amblesnya Tol Cipali, Km 122 Ditutup 1,5 Bulan

Kompas.com - 09/02/2021, 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  bertindak menangani amblesnya Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Km 122 arah Jakarta yang terjadi pada Senin (08/02/2021).

Jalan ambles ini disebabkan gerusan lereng badan jalan akibat tingginya intensitas hujan sehingga mengakibatkan jalan retak sepanjang 40 meter.

Kondisi ini membuat jalan tidak bisa dilewati oleh kendaraan sehingga dilakukan penutupan dan pemberlakuan contraflow  mulai dari Km 117 hingga Km 126 sejak Selasa (9/2/2021) pukul 03.00 WIB dini hari.

Untuk itu Kementerian PUPR bersama Astra Tol Cipali selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan sejumlah penanganan guna mempercepat pemulihan kondisi jalan Tol Cipali Km 122.

Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, ada empat upaya penananganan yang dilakukan.

Baca juga: Penjelasan Astra soal Amblesnya Tol Cipali Km 122

Pertama, pemasangan sheet pile di sisi median untuk proteksi lajur A (dari arah Jakarta menuju arah Semarang) dan juga untuk proteksi potensi gerakan di lokasi sliding.

Kedua, untuk mengurangi beban lalu lintas, akan dibangun dua lajur sementara di median (detour) sepanjang 200 meter dari Km 122+300 hingga Km 122+500 dengan waktu pengerjaan 10 hari.

"Ketiga dibuat akses (sodetan) sementara utk menuju contraflow jalur A dalam waktu 3 hari. Sodetan ini ditargetkan akan selesai pada Jumat (12/02/2021)," ujar Hedy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (09/02/2021).

Sementara untuk penanganan permanen lebih lanjut, lokasi jalan yang longsor akan ditutup selama 1,5 bulan sebagai langkah penanganan keempat.
Kementerian PUPR Sementara untuk penanganan permanen lebih lanjut, lokasi jalan yang longsor akan ditutup selama 1,5 bulan sebagai langkah penanganan keempat.
Sementara untuk penanganan permanen lebih lanjut, lokasi jalan yang longsor akan ditutup selama 1,5 bulan sebagai langkah penanganan keempat.

Hal ini dilakukan untuk dilakukan perbaikan secara permanen dengan menggunakan bore pile untuk menahan longsor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.