Ini Konsep Kawasan Industri Pintar Garapan Jasa Marga dan Fadel Muhammad

Kompas.com - 08/02/2021, 21:00 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Jasamarga Related Business (JMRB) akan membangun kawasan industri pintar di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan) dengan menggandeng PT Sentraloka Adyabuana. Jasa MargaPT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Jasamarga Related Business (JMRB) akan membangun kawasan industri pintar di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan) dengan menggandeng PT Sentraloka Adyabuana.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasamarga Related Business (JMRB) dan PT Sentraloka Adyabuana menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan kawasan industri di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Senin (08/02/2021).

Penandatanganan kerja sama tersebut sekaligus mengukuhkan kesepakatan yang telah lebih dulu dibuat sebelumnya antara induk usaha JMRB, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan PT Sentraloka Adyabuana pada Rabu (26/2/2020).

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menjelaskan, JMRB merupakan anak usaha yang khusus membidangi pengembangan kawasan di koridor tol milik induk usaha atau Toll Corridor Development (TCD).

"Jadi kesepakatan hari ini merupakan turunan dari induk ke anak usaha," jelas Subakti.

Baca juga: Gandeng ITJ, Jasa Marga Garap TOD TMII Rp 200 Miliar

Adapun PT Sentraloka Adyabuana yang dirintis dan dimiliki oleh Fadel Muhammad, merupakan pengembang kawasan industri yang tercatat ikut membangun East Jakarta Industrial Park (EJIP) bersama PT Sumitomo Indonesia.

Subakti menjelaskan, kawasan industri yang akan dikembangkan oleh JMRB dengan PT Sentraloka Adyabuana mengusung konsep smart and clean industrial estate.

Karena dirancang sebagai kawasan industri pintar, maka perusahaan-perusahaan yang akan bergabung memiliki konsentrasi di sektor light industries, komersial, dan logistik.

"Kawasan industri ini juga dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan dan tren pasar yang berkembang dinamis. Termasuk kebutuhan data centres," tutur Subakti.

Kendati demikian, Subakti masih belum dapat memperkirakan berapa angka investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan industri seluas 211 hektar ini.

Baca juga: Jasa Marga dan Fadel Muhammad Sepakat Bangun Kawasan Industri Pintar 211 Hektar

Menurut dia, nilai investasi awal masih dibicarakan dan belum final. Termasuk besaran investasi yang merupakan JMRB, PT Sentraloka Adyabuana, dan investor lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X