Kompas.com - 04/02/2021, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sertifikat tanah elektronik yang akan menggantikan sertifikat tanah konvensional atau analog hanya ramah untuk masyarakat kelas menengah di perkotaan.

Sebaliknya, sertifikat tersebut sulit diberlakukan bagi kalangan marjinal di kota dan masyarakat miskin di daerah-daerah pedesaan.

Demikian tanggapan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika kepada Kompas.com, Kamis (04/02/2021).

"Sistem digitalisasi hanya akan ramah terhadap masyarakat perkotaan, kelas menengah ke atas dan badan-badan usaha besar," kata Dewi.

Dewi beralasan, infrastruktur teknologi di perkotaan jauh lebih memadai. Hal itu tentu saja dapat mendukung penerapan kebijakan sertifikat tanah elektronik tersebut.

Baca juga: Sistem Keamanan Sertifikat Tanah Elektronik Diragukan

Sementara, warga miskin di perkotaan, atau pun masyarakat di perkampungan dan pedesaan akan tertinggal dalam proses yang hanya mengedepankan aspek teknologi.

Karena itu, menurut Dewi, keberadaan sertifikat konvensional masih sangat penting dan dibutuhkan masyarakat untuk menjamin keamanan status tanah yang mereka miliki.

Terlebih di daerah area konflik agraria, di mana sangat minim dukungan bahkan tak tersentuh oleh pemerintah. Sehingga sangat rawan berkonflik atau diklaim kepemilikannya oleh perusahaan besar.

"Jadi, pengakuan hak atas tanah dengan kepemilikan sertifikat konvensional ini masih sangat penting bagi masyarakat di pedesaan," tegasnya.

Baca juga: Uji Coba Sertifikat Elektronik pada Tanah Pemerintah, KPA Soroti Pelibatan Masyarakat

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) akan menarik sertifikat tanah konvensional atau analog lalu diganti menjadi elektronik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.