Sertifikat Elektronik Segera Berlaku, Apakah Tanah Perlu Diukur Ulang?

Kompas.com - 03/02/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi Sertifikat Tanah KOMPAS.com/SRI LESTARIIlustrasi Sertifikat Tanah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan memberlakukan sertifikat elektronik mulai tahun 2021.

Hal ini menyusul terbitnya Peraturan Menteri (Permen) ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, pelaksanaan pendaftaran tanah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional dapat dilakukan secara elektronik, baik pendaftaran tanah pertama kali maupun pemeliharaan data.

Lantas, apakah dengan penggunaan sertifikat elektronik perlu dilakukan pengukuran ulang tanah?

Kepala Pusat Data dan Informasi Tata Ruang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kementerian ATR/BPN Virgo Eresta Jaya menjelaskan, pengukuran ulang tidak diperlukan jika dari segi tekstual dan spasial (pemetaan) sertifikat sudah valid.

Baca juga: Lewat Sertifikat Elektronik, Peringkat Kemudahan Berbisnis Indonesia Bisa di Level 40

"Kalau dua-duanya oke (spasial dan tekstual) tidak perlu diukur ulang," ujar Virgo dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/2/2021).

Dia mengatakan, penggunaan sertifikat elektronik hanya berlaku bagi sertifikat yang kondisinya siap dengan sistem elektronik. Hal ini dilihat dari keabsahan dari sisi tekstual dan spasialnya.

Sementara itu, bagi sertifikat elektronik yang tidak memenuhi kedua unsur tersebut, perlu dilakukan pengukuran ulang agar bisa dilakukan pemetaan.

Misalnya, pengukuran dilakukan bagi bidang tanah yang tidak tercantum atau tidak terdaftar dalam peta BPN.

"Nah, setelah dipetakan, dia (sertifikat) sudah valid, baru electronic ready (siap dengan sistem elektronik) dan baru bisa dialihmediakan (jadi sertifikat elektronik)," ucap Virgo.

Virgo mengatakan, sertifikat elektronik akan berlaku setelah Keputusan Menteri (Kepmen) Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) keluar.

Dia memastikan, uji coba sertifikat elektronik akan dilakukan di lingkungan internal Kementerian ATR/BPN terlebih dahulu.

Setelah itu, pada akhir Februari hingga awal Maret akan diuji coba di beberapa Kantor Pertanahan (Kantah) sebagai pilot project.

"Kami harapkan, tahun 2021 ini pada akhir atau pertengahan, masyarakat bisa menikmati kemudahan sertifikat elektronik ini," tuntas Virgo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.