Kompas.com - 02/02/2021, 10:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 disiapkan sebesar Rp 16,66 triliun untuk membiayai 157.500 rumah subsidi.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, di Jakarta, Senin (02/02/2021).

Selain itu, dialokasikan juga anggaran untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp 8,7 miliar untuk 218 unit.

Alokasi target unit BP2BT tersebut dapat diperbesar hingga maksimal mencapai 66.750 unit.

Selanjutnya, anggaran untuk bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp 5,96 triliun.

Baca juga: Harga Rumah Subsidi Tak Naik, Realisasi FLPP Bisa Tembus 170.000 Unit

Dia menjelaskan anggaran SSB itu tidak digunakan untuk penerbitan KPR baru namun untuk membayar SSB ulang yang menggunung sejak 2015.

"Jadi alokasi ini dianggarkan untuk membayar SSB ulang sejak 2015 lalu yaitu sebanyak 859.582 unit. Selama ini Kementerian PUPR telah membayar tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya," ungkap Eko.

Terakhir, anggaran untuk subsidi bantuan uang muka (SBUM) senilai Rp 630 miliar dengan total rumah sebanyak 157.500 unit.

Untuk diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) menyampaikan penyaluran dana FLPP sepanjang 2020 menjadi penyaluran tertinggi kedua sejak 2010.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan penyaluran dana FLPP tahun 2020 sudah ditutup sebesar 109.253 unit pada akhir Desember lalu.

Baca juga: Harga Rumah Subsidi Tidak Naik

Penyaluran ini tertinggi nomor dua setelah tahun 2011 yang mencapai 109.593 unit.

FLPP merupakan dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.