Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Kompas.com - 27/01/2021, 21:30 WIB
Tol Balikpapan-Samarinda. Dok. PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.Tol Balikpapan-Samarinda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan jalan tol yang telah beroperasi hingga Januari 2021 sepanjang 2.342 kilometer.

"Sementara proyek jalan tol yang masih dalam proses konstruksi hingga saat ini tercatat yaitu sepanjang 1.500 kilometer," kata Hedy dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR Jakarta, Rabu (27/01/2021).

Adapun proyek jalan tol yang saat ini masuk dalam tahap persiapan 14.000 kilometer.

"Dalam persiapan artinya belum memulai pengadaan tanah itu dan dibangun secara bertahap tentu karena ini adalah jangka panjang," ucap dia.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Lebih jauh, Hedy menerangkan, hingga 2024 mendatang Kementerian PUPR menargetkan jalan tol baru yang dapat dibangun sepanjang 2.500 kilometer sehingga total jalan tol beroperasi adalah sepanjang 4.630 kilometer.

Hal itu berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah ditetapkan terkait target pembangunan jalan tol baru yang akan dibangun periode 2020-2024.

"Jadi meski kondisi ekonomi kita terdampak akibat pandemi, tapi kita harapkan agar target kita sampai 2024 yaitu jalan tol sepanjang 4.630 dapat beroperasi," ujarnya.

Khusus pembangunan jalan tol yang tuntas dan beroperasi pada 2020 mencapai 246 kilometer dari target 339 kilometer.

Pembangunan jalan tol ini merupakan bagian dari capaian pekerjaan fisik Ditjen Bina Marga yang mencakup jalan dan jembatan dengan realisasi 98,73 persen.

Selain jalan tol, telah dibangun pula jalan baru dengan target sepanjang 500 kilometer dan tercapai dibangun sepanjang 463 kilometer.

Baca juga: Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Lalu, pembangunan jembatan dengan target 20.022 meter dan tercapai sepanjang 16.923 meter, selanjunya pembangunan fly over dengan target 2.815 meter dan hanya tercapai 987 meter.

Dengan demikian, anggaran Ditjen Bina Marga hingga akhir tahun 2020 terserap 97,52 persen atau Rp 47,25 triliun dari total Rp 48,45 triliun.

"Artinya sisa anggaran yang tidak terserap yaitu sebesar Rp 1,20 triliun atau 2,48 persen," tuntas Hedy.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X